Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Jokowi Minta Pembelajaran Tatap Muka Harus Ekstra Hati-Hati

Senin 07 Jun 2021 13:18 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pembelajaran tatap muka hanya boleh digelar dengan kehadiran 25 persen.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang akan segera digelar di berbagai daerah harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Selain itu, pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini juga harus dilakukan secara terbatas.

“Bapak Presiden tadi mengarahkan bahwa pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstra hati-hati,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/6).

Baca Juga

Menkes Budi menjelaskan, pembelajaran tatap muka ini hanya boleh digelar dengan maksimal kehadiran 25 persen murid. Selain itu, pembelajaran tatap muka hanya boleh digelar maksimal dua hari dalam seminggu selama dua jam setiap harinya.

Budi menegaskan, opsi untuk menghadirkan anak-anak kembali ke sekolah ini ditentukan oleh masing-masing orang tua. “Jadi dipastikan oleh beliau, bahwa pendidikannya dilakukan dengan metode tatap muka yang terbatas. Terbatasnya adalah tersebut maksimal adalah 25 persen dari jumlah murid yang boleh hadir, maksimal seminggu hanya boleh dua kali, dan maksimal sekali datang hanya boleh dua jam,” jelas dia.

Selain itu, seluruh tenaga pengajar harus mendapatkan suntikan vaksinasi terlebih dahulu sebelum periode pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan. Karena itu, menkes meminta kepala daerah agar memprioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada para guru dan lansia di daerahnya.

“Terutama guru-guru ini harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas,” tambah dia. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA