Senin 07 Jun 2021 07:45 WIB

Nelayan: Tiap Hari Ada Kapal Ikan Asing di Natuna

Pengawasan perlu ditingkatkan agar nelayan asing tidak merajalela di Natuna.

[Ilustrasi] Nelayan mencari ikan di Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO
[Ilustrasi] Nelayan mencari ikan di Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

REPUBLIKA.CO.ID, NATUNA -- Ketua Aliansi Nelayan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Herman mengatakan puluhan kapal ikan asing (KIA) asal negara Vietnam dan Thailand makin berani menjarah hasil laut pulau terluar Indonesia tersebut. "Seolah-olah dibiarkan saja. Hampir tiap hari ada terus KIA di laut Natuna," kata Herman, Ahad (6/6).

Dia mengatakan kapal nelayan asing tersebut sudah hampir mengelilingi laut Natuna. Rata-rata berada di sebelah Timur dan Utara Pulau Natuna. "Intinya masih masuk wilayah tangkap kita," ujarnya.

Baca Juga

Menurutnya, keberadaan KIA ini sangat merugikan tangkapan nelayan Natuna karena dapat merusak biota laut imbas penggunaan pukat harimau. Selain itu, kapal-kapal asing itu berkapasitas 50 sampai 100 GT, sementara kapal nelayan lokal hanya berkapasitas 20 sampai 30 GT.

"Ini juga menyangkut marwah NKRI. Masa kapal asing bebas berkeliaran di laut kita tanpa izin," tuturnya.

Tidak hanya itu, intimidasi dari Nelayan Thailand maupun Vietnam juga sering dialami nelayan Natuna. Nelayan lokal kerap dikejar bahkan tidak jarang nyaris ditabrak, sebab nelayan asing itu merasa terganggu dengan aktivitas nelayan tempatan.

"Takut menghalangi mereka mau sebar pukat harimau," ungkap Herman.

Herman mengaku sudah berulang kali melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, hingga berbagai stakeholder terkait. Namun, ia tidak mengetahui apakah ini ditindaklanjuti atau tidak.

Dia pun tidak menampik pengawasan oleh pihak berwajib di laut Natuna sudah maksimal, tetapi perlu ditingkatkan agar nelayan asing tidak makin merajalela mengeruk kekayaan alam laut. "Sebenarnya sudah jenuh melapor, nanti ada oknum tertentu yang marah," katanya menegaskan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement