Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Menhub: Mobilitas Dirancang dengan Konsep Smart City

Ahad 06 Jun 2021 17:43 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkeliling menggunakan motor listrik. Budi mengatakan, penggunaan teknologi di sektor transportasi menunjang pembangunan berkelanjutan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkeliling menggunakan motor listrik. Budi mengatakan, penggunaan teknologi di sektor transportasi menunjang pembangunan berkelanjutan.

Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Penggunaan teknologi di sektor transportasi menunjang pembangunan berkelanjutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, berdasarkan Sustainable Development Goal (SDG) 2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024, arah kebijakan terkait mobilitas ke depan dirancang dengan konsep Smart City, Green City, dan Sustainable City. Untuk itu, menurutnya, penggunaan teknologi di sektor transportasi menjadi penunjang terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.

"Kami wajib mengikuti instruksi tersebut dan menjadikannya sebagai dasar dalam membangun sistem transportasi," kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (5/6).

Budi mengungkapkan, transportasi yang berkelanjutan mencakup aspek keselamatan, tarif terjangkau, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur, tertib, dan rendah polusi. Dia menuturkan, penerapan teknologi dalam transportasi akan meningkatkan keselamatan, mobilitas, mengurangi biaya dan mengurangi kerusakan lingkungan dapat mendukung terwujudnya transportasi berkelanjutan tersebut. 

Budi memastikan, penerapan teknologi di sektor transportasi dapat dilakukan melalui kendaraan otomatis, internet of things, machine learning, dan big data. Penerapan teknologi bermanfaat untuk menganalisis perilaku mobilitas masyarakat.

"Sehingga dapat digunakan untuk kebijakan mengurangi kemacetan dan emisi bahan bakar, peningkatan akses ke pekerjaan dan layanan, mengurangi biaya transportasi, dan meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas," ungkap Budi. 

Mc Kinsey Global Institute melaporkan bahwa kendaraan otonom dapat mengurangi emisi karbon dan kemacetan, mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15 persen. Selain itu juga mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya hingga 40 persen karena pengurangan kesalahan manusia.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA