Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Tabiat Orang Kafir yang Susah Diberi Peringatan

Sabtu 05 Jun 2021 17:30 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Tabiat Orang Kafir yang Susah Diberi Peringatan. Foto ilustrasi: Memberi nasihat merupakan anjuran agama (ilustrasi).

Tabiat Orang Kafir yang Susah Diberi Peringatan. Foto ilustrasi: Memberi nasihat merupakan anjuran agama (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com
Peringatan sulit diterima orang kafir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Allah SWT mengungkap tabiat orang kafir yang (bebal) susah diberi peringatan kepada jalan hidayah. Ungkapan ini diabadikan dalam surah Al-Baqarah ayat 6 yang artinya:

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman."

Ibnu Katsir menafsirkan ayat 'Innal lazina kafaru' (sesungguhnya orang-orang kafir), yakni orang-orang yang menutup perkara yang hak dan menjegalnya telah dipastikan hal tersebut oleh Allah akan dialami mereka.

Yakni sama saja, kamu beri mereka peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tetap tidak akan mau beriman kepada Alquran yang engkau datangkan kepada mereka.

Makna ayat ini semisal dengan ayat lain-nya, yaitu firman-Nya surah Yunus: 96-97):

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat (azab) Tuhanmu tidaklah mereka akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman menceritakan keadaan orang-orang yang ingkar dari kalangan ahli kitab:

Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu (Al-Baqarah: 145).

Seakan-akan makna ayat ini mengatakan bahwa sesungguhnya orang yang telah dipastikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala mendapatkan kecelakaan, maka tiada jalan selamat baginya; dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, niscaya tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.

Untuk itu, hai Muhammad, kata Allah janganlah dirimu merasa berdukacita dan kecewa terhadap sikap mereka, teruskanlah penyampaian risalahmu kepada mereka. Barang siapa yang menerima seruanmu, maka baginya pahala yang berlimpah; dan barang siapa yang berpaling, maka janganlah kamu berdukacita terhadap mereka, hal tersebut bukan urusanmu.

Pengertian ini sama dengan apa yang diungkapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu,:

"Sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka. (Ar-Ra'd: 40)

”Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan Allah pemelihara segala sesuatu. (Hud: 12)

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (Al-Baqarah: 6).

Pada mulanya Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam sangat menginginkan agar semua orang beriman dan mengikuti petunjuknya, lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan kepadanya bahwa tidaklah beriman kecuali orang-orang yang telah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai orang yang berbahagia, dan tidaklah tersesat kecuali orang-orang yang telah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai orang yang celaka sejak zaman azalinya.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa makna "sesungguhnya orang-orang kafir" ialah kafir terhadap kitab yang diturunkan kepadamu, sekalipun mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami telah beriman kepada kitab yang diturunkan kepada kami sebelummu."

Sedangkan kalimat "sama saja, kamu beri mereka peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tetap tidak beriman" maknanya ialah bahwa mereka telah kafir terhadap kitab yang ada di tangan mereka yang di dalamnya terdapat sebutan namamu, dan mereka telah ingkar terhadap perjanjian yang telah ditetapkan atas diri mereka.

Pada kesimpulannya mereka kafir terhadap kitab yang diturunkan kepadamu, juga kitab yang diturunkan kepada rasul selainmu buat mereka sebelum kamu; mana mungkin mereka mau mendengar peringatan dan larangan darimu, sedangkan mereka sendiri telah kafir terhadap kitab mereka sendiri yang di dalamnya terkandung pengetahuan mengenai dirimu.

Abu Ja"far Ar-Razi meriwayatkan dari Ar-Rabi' ibnu Anas, dari Abu Aliyah yang mengatakan bahwa kedua ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan para pemimpin pasukan golongan yang bersekutu, yaitu mereka yang disebut di dalam firman-Nya:

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? yaitu neraka Jahannam; mereka masuk ke dalamnya. (Ibrahim: 28-29)

Makna yang kami sebutkan pertama yaitu yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas di dalam riwayat Ali ibnu Talhah merupakan makna yang lebih jelas, kemudian ayat-ayat berikutnya ditafsirkan dengan makna yang selaras dengannya.
   
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA