Jumat 04 Jun 2021 20:24 WIB

Menlu AS: Tragedi Tiananmen Penumpasan Mematikan China

Beijing menilai pernyataan Blinken mengganggu urusan dalam negeri China.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
 Pengunjung melakukan tur di depan Gerbang Tiananmen pada malam peringatan 4 Juni di Beijing, Kamis, 3 Juni 2021. Para pemimpin Partai Komunis telah memenjarakan atau mendorong para aktivis ke pengasingan dan sebagian besar berhasil memastikan orang-orang muda tahu sedikit tentang 4 Juni 1989 , tindakan keras mematikan terhadap gerakan pro-demokrasi.
Foto: AP/Andy Wong
Pengunjung melakukan tur di depan Gerbang Tiananmen pada malam peringatan 4 Juni di Beijing, Kamis, 3 Juni 2021. Para pemimpin Partai Komunis telah memenjarakan atau mendorong para aktivis ke pengasingan dan sebagian besar berhasil memastikan orang-orang muda tahu sedikit tentang 4 Juni 1989 , tindakan keras mematikan terhadap gerakan pro-demokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken turut mengomentari peringatan 32 tahun tragedi Tiananmen, China. Menurutnya, peristiwa itu merupakan penumpasan mematikan yang dilakukan pemerintah Negeri Tirai Bambu.

“Empat Juni adalah peringatan 32 tahun penumpasan mematikan Republik Rakyat China di Lapangan Tiananmen, menewaskan ribuan pengunjuk rasa yang hanya menyerukan hak dan kebebasan mereka untuk dihormati,” kata Blinken melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat (4/6).

Baca Juga

 Dia menekankan hak asasi manusia (HAM) bersifat universal. “Semua pemerintah harus melindungi serta mempromosikannya,” ujarnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin segera merespons dan mengkritik pernyataan Blinken terkait tragedi Tiananmen. “Pernyataan Blinken mengganggu urusan dalam negeri China,” katanya dalam konferensi pers regular.

Sebelumnya Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan rakyatnya tidak akan pernah melupakan tragedi Tiananmen.  Dia menegaskan Taipei bakal tetap berpegang teguh pada demokrasi.

"Saya percaya untuk semua orang Taiwan yang bangga dengan kebebasan serta demokrasi mereka, mereka tidak akan pernah melupakan hari ini dan akan teguh berpegang pada keyakinan mereka, tak tergoyahkan oleh tantangan," kata Tsai melalui akun Facebook pribadinya pada Jumat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement