Jumat 04 Jun 2021 16:06 WIB

UNS Bangun Kandang Closed House Broiler Senilai Rp 2,3 M

UNS bekerja sama dengan Charoen Pokphand Indonesia Tbk membangun closed house broiler

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi peternakan ayam
Ilustrasi peternakan ayam

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membangun Kandang Closed House Broiler di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kandang Closed House Broiler dibangun untuk kepentingan praktik mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Peternakan Fakultas Pertanian (FP) UNS. Lahan yang akan digunakan merupakan hibah dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

Acara peletakan batu pertama pembangunan Kandang Closed House Broiler dilakukan pada Kamis (3/6) dihadiri oleh Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi UNS, Sajidan, Dekan FP UNS, Samanhudi, dan perwakilan pimpinan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

Baca Juga

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk kepada UNS. Ia mengatakan hubungan yang telah dijalin kedua instansi sudah berlangsung lama.

Pada 2018, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk pernah memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa FP UNS yang berasal dari keluarga kurang mampu. Masing-masing mahasiswa mendapat beasiswa sebesar Rp 5 juta per semester hingga lulus.

Menurut Jamal, hibah lahan dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk kepada Prodi S-1 Peternakan FP UNS untuk Kandang Closed House Broiler merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

 

"Ini bentuk-bentuk pendanaan antara UNS dengan DUDI. Mendikbud sudah menginisiasi matching fund. Kalau ini misal di Kementerian, masih banyak proposal yang diajukan dalam rangka matching fund kerja sama perguruan tinggi dengan DUDI. Tapi UNS dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk malah sudah direalisasi," terang Jamal seperti tertulis dalam siaran pers, Kamis.

Dalam mendukung pembangunan Kandang Closed House Broiler, Jamal menyebut dana yang dikucurkan sebesar Rp 2,3 miliar. Selain itu, UNS menyiapkan dana pendamping sebesar Rp 800 juta.

 

Rektor juga meminta agar Kandang Closed House Broiler dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Prodi S-1 Peternakan FP UNS semaksimal mungkin sebagai laboratorium praktik.

Dia juga mengingatkan agar hasil yang dicapai dari Kandang Closed House Broiler tidak hanya mendatangkan manfaat bagi UNS, melainkan masyarakat di sekitar juga harus merasakan dampak positifnya.

"Saya berharap para mahasiswa saya mampu mengunakan ini sebagai laboratorium praktik untuk belajar bagaimana mempraktikkan, me-manage, sampai mendistribusikan ayam," pungkas Jamal.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement