Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Keputusan HERO Menutup Semua Gerai Giant Dinilai Tepat

Jumat 04 Jun 2021 06:47 WIB

Rep: Retno Wulandari/ Red: Andi Nur Aminah

Warga bersepeda melintasi Gerai Giant Ekspres di Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (27/5/2021). PT Hero Supermarket Tbk atau HERO Group memutuskan untuk menutup seluruh gerai supermarket Giant di Indonesia mulai akhir Juli 2021 dan fokus mengembangkan IKEA, Guardian serta Hero Supermarket.

Warga bersepeda melintasi Gerai Giant Ekspres di Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (27/5/2021). PT Hero Supermarket Tbk atau HERO Group memutuskan untuk menutup seluruh gerai supermarket Giant di Indonesia mulai akhir Juli 2021 dan fokus mengembangkan IKEA, Guardian serta Hero Supermarket.

Foto: ANTARA/Reno Esnir
HERO memilih menutup seluruh gerai Giant dan lebih fokus membuka gerai IKEA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis menilai langkah emiten peritel PT Hero Supermarket Tbk (HERO) untuk menutup seluruh gerai Giant merupakan keputusan yang tepat. Langkah tersebut sejalan dengan perubahan tren berbelanja yang terjadi di masyarakat. 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina, melihat sebagian besar emiten ritel, terutama yang bergerak dalam bidang hypermarket mulai mengalami penurunan, seperti halnya tren hypermarket di seluruh dunia.

Baca Juga

"Masyarakat sekarang lebih memilih belanja di toko dekat rumah, selain juga pesaingnya secara online. Jadi, lebih ke convenience store, jadi konsep hypermarket sendiri mulai ditinggalkan," kata Martha, Kamis (3/6).

Untuk itu, Martha mengatakan, emiten peritel perlu melakukan perubahan strategi dan berinovasi agar bisa bertahan. HERO sendiri memilih untuk menutup seluruh gerai Giant dan lebih fokus membuka gerai IKEA. 

Sementara itu, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM melihat langkah HERO ini mendapat respons yang baik dari pelaku pasar. "Penutupan gerai Giant ini berpengaruh ke saham HERO, dengan pembukaan gerai IKEA malah positif," kata Roger. 

Selama sepekan terakhir atau sejak diumumkannya rencana penutupan gerai Giant, saham HERO telah menguat signifikan sebesar 25,68 persen. Sementara secara year to date, saham HERO telah naik 68,07 persen. 

Roger melihat saham emiten ritel masih cukup menjanjikan ke depannya. Namun, prospek emiten ritel ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat. Untuk itu, emiten ini sangat bergantung pada perkembangan program vaksinasi serta kebijakan pemerintah. "Ke depan akan lebih baik, harusnya kondisi terburuk sudah lewat di segmen ritel," tutup Roger.

Sebelumnya, pada 27 Mei lalu, manajemen HERO mengumumkan semua gerai Giant di Indonesia bakal ditutup pada akhir Juli 2021. HERO akan mengalihkan lima gerai Giant menjadi gerai IKEA. Perusahaan juga berencana mengkonversi sejumlah gerai Giant menjadi Hero Supermarket.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA