Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Itagi: Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet adalah Hoaks

Jumat 04 Jun 2021 00:30 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Fakhruddin

Itagi: Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet adalah Hoaks (ilustrasi).

Itagi: Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet adalah Hoaks (ilustrasi).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Keluhan yang dirasakan di antaranya demam, nyeri pada suntikan, hingga pegal-pegal.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Beredar video-video yang menunjukkan koin pecahan Rp 1 ribu menempel di lengan orang penerima vaksin virus corona. Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) membantah kabar tersebut karena vaksin Covid-19 hanya mengandung antigen yang disuntikkan untuk membentuk kekebalan tubuh.

Pemerhati Imunisasi sekaligus Executive Secretary ITAGI Julitasari Sundoro mengatakan, isu ini menyebar di wilayah Indonesia bahkan di luar negeri yang bisa membuat orang ragu. Padahal, ia menegaskan kabar itu tidaklah benar atau hoaks.

"Kalau (koin) menempel (di lengan) karena ada keringat, jadi pasti menempel. Sementara kandungan vaksin Covid-19 adalah antigen untuk Covid-19," ujarnya saat mengisi konferensi virtual FMB9 bertema 'Hindari Hoaks Seputar Vaksinasi', Kamis (3/6).

Kemudian, dia melanjutkan, antigen yang diperlukan dalam vaksin ini kemudian disuntikkan dalam tubuh untuk membentuk respons antibodi. Berita bohong semacam ini yang cepat viral membuat ia meminta masyarakat jangan cepat membagi berita begitu menerima sebuah kabar. Sebab, dia melanjutkan, belum tentu berita yang diterima benar atau valid.

"Intinya cek dulu faktanya. Kalau ragu, cek dulu informasi pada institusi yang kredibel seperti dokter, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)," ujarnya.

Terkait nyeri dan demam usai mendapatkan vaksin ini, ia mengakui orang yang disuntik antigen dan proses membentuk kekebalan tubuh kadang mengalami gejala ringan. Keluhan yang dirasakan diantaranya demam, nyeri pada suntikan, hingga pegal-pegal. "Tetapi itu akan hilang dalam satu atau dua hari, tentunya dengan penanganan yang cepat juga," katanya.

Jika mengalami keluhan usai divaksin, dia menambahkan, di kartu vaksinasi orang yang disuntik ada tulisan nomor petugas kesehatan yang bisa dihubungi. Masyarakat bisa menghubunginya jika merasakan keluhan. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA