Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Merokok, Perempuan Berisiko Alami Sederet Masalah Kesehatan

Kamis 03 Jun 2021 08:32 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Kampanye setop merokok (ilustrasi). Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya dampak positif dari merokok.

Kampanye setop merokok (ilustrasi). Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya dampak positif dari merokok.

Foto: Antara/Zabur Karuru
Perempuan berisiko terkena beragam gangguan kesehatan akibat paparan asap rokok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaum Hawa berisiko mengalami serangkaian masalah kesehatan akibat asap rokok. Dokter spesialis penyakit dalam dr. Pandang Tedi Adriyanto, M.Sc, Sp.PD, FINASIM dari Universitas Gadjah Mada memaparkan bahaya rokok yang bisa mengancam kesehatan perempuan meliputi kanker serviks, kanker payudara, terganggunya siklus menstruasi dan kesuburan hingga komplikasi kehamilan.

Pandang menjelaskan, sebuah penelitian mengungkapkan kandungan bahan kimia pada rokok dapat meningkatkan risiko wanita mengalami kanker serviks (leher rahim) dan kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak merokok. Bahan kimia pada rokok dapat melemahkan pertahanan sel serviks serta meningkatkan risiko terjadinya infeksi dan peradangan.

Baca Juga

"Hal ini secara tidak langsung akan membuat pertumbuhan sel yang tidak normal atau sel kanker di serviks bisa terjadi dengan lebih mudah," kata dia kepada Antara, dikutip Kamis.

Dokter spesialis penyakit dalam di Primaya Hospital Sukabumi ini menyebut, perempuan yang merokok juga berisiko lebih tinggi mengalami kanker jenis lainnya, seperti kanker usus besar, bila dibandingkan dengan perokok pria. Siklus menstruasi dan kesuburan juga bisa terdampak akibat kebiasaan merokok.

Perempuan yang merokok berisiko besar mengalami gangguan menstruasi, seperti keputihan, infeksi vagina, perdarahan yang tidak normal, atau kram hebat yang berlangsung lebih dari dua hari. Selain itu, wanita perokok juga bisa mengalami gangguan siklus menstruasi dan penurunan tingkat kesuburan.

Fungsi indung telur (ovarium) wanita perokok untuk melepaskan sel telur lebih rendah jika dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Ini sebabnya mereka juga sering mengalami amenorrhea (tidak haid).

"Bahan kimia yang terkandung pada rokok juga diketahui mampu mengubah komposisi cairan serviks menjadi tidak ramah terhadap sperma. Akibatnya, sperma tidak bisa bertahan lama di vagina dan proses pembuahan pun terhambat," jelas Pandang.

Jika sel telur berhasil dibuahi, pelekatan janin pada rahim atau implantasi kemungkinan akan terganggu. Faktor-faktor inilah yang kemudian memengaruhi kesuburan dan menyebabkan perokok sulit hamil.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA