Rabu 02 Jun 2021 21:39 WIB

Menhan Prabowo Tegaskan PT TMI Bukan Broker Alutsista

Menhan Prabowo jelaskan keterlibatan PT TMI dalam rencana pengadaan Alutsista

Rep: Febrianto Adi Saputro  / Red: Bayu Hermawan
Menhan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Rapat tersebut beragendakan pembahasan anggaran dan rencana pembelian alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang menelan anggaran hingga Rp1.750 triliun.
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Menhan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Rapat tersebut beragendakan pembahasan anggaran dan rencana pembelian alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang menelan anggaran hingga Rp1.750 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi I DPR RI menggelar rapat dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto secara tertutup, Rabu (2/6). Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon mengatakan dalam rapat tersebut Prabowo menyampaikan klarifikasinya terkait penunjukan PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) dalam proyek rencana pengadaan alutsista senilai Rp 1.760 triliun. 

"Kita konfirmasi juga, ini (PT TMI) apakah ini hanya ada kepentingan partai tertentu ada kolega kedekatan, beliau bilang, nggak, ini kebetulan saja mereka pensiunan para pakar. Jadi nggak ada kaitannya," kata Effendi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/6).

Baca Juga

Selain itu, dikatakan Effendi, Komisi I juga menanyakan peran dan fungsi PT TMI dalam pengadaan alutsista tersebut. Effendi menegaskan Komisi I bukan ingin menuding Prabowo, melainkan mengkonfirmasi langsung terkait informasi yang beredar.

"Ditanya juga oleh kita 'pak ini juga dia berfungsi juga seperti broker?', 'Oh enggak, dia hanya sebagai tim asistensi saja untuk saya minta transfer teknologi," ujar Effendi menyampaikan jawaban Prabowo.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement