Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Malaysia Marah, Panggil Dubes China

Rabu 02 Jun 2021 20:47 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Jet China

Jet China

Foto: EPA-EFE/TAIWAN MINISTRY OF DEFENSE
Malaysia menilai manuver pesawat tempur China langgar kedaulatan.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Malasyia pada Rabu (2/6), memanggil Dubes China sebagai respons atas pelanggaran kedaulatan yang dilakukan 16 pesawat militer China. Pesawat tersebut terbang di atas perairan sengketa di negara bagian Serawak.

"Manuver tersebut merupakan ancaman nyata bagi kedaulatan nasional Malaysia," ujar Kemenlu Malaysia dalam pernyataannya seperti dilansir BBC, Rabu. 

Konflik sengketa Laut China Selatan tidak hanya antara Malaysia dan China. Namun Filipina, Brunei, Taiwan, dan Vietnam juga menolak klaim China atas Laut China Selatan.

China menolak tudingan Malaysia. Beijing menganggap pesawat militer mereka telah mematuhi hukum internasional. Angkatan Udara Malaysia mengumumkan sebanyak 16 pesawat militer China, People's Liberation Army Air Force (PLAAF) melanggar wilayah udara Malaysia pada Senin (31/5/2021) waktu setempat.

Pesawat militer tersebut terdeteksi melakukan aktivitas mencurigakan di Laut China Selatan yang memasuki ruang udara Zona Maritim Malaysia (ZMM), Kota Kinabalu, Flight Information Region (FIR).

Angkatan udara Malaysia mengatakan, mereka melakukan konfirmasi visual setelah jet tersebut terbang dalam jarak 60 mil laut lepas di lepas pantai negara bagian Sarawak, Malaysia. Pesawat, yang terdiri dari pengangkut strategis Ilyushin il-76 dan Xian Y-20, telah melakukan perjalanan dalam formasi taktis "in-trail" di ketinggian antara 23.000 dan 27.000 kaki.

"Pesawat-pesawat tersebut telah dikesan terbang secara formasi taktikal in-trail. Formasi panjang tersebut juga telah terbang dengan paten dan haluan yang sama menggunakan satu titik laluan masuk dan keluar," demikian pernyataan Angkatan Udara Malaysia, Selasa (1/6).

"Pesawat-pesawat didapati mengubah arah penerbangan di ruang udara Beting Patinggi Ali yang berkepentingan kepada negara," pernyataan tersebut melanjutkan.

Pesawat China tidak menghubungi pengawas lalu lintas udara regional meskipun telah diinstruksikan beberapa kali. "Insiden ini merupakan ancaman serius bagi kedaulatan nasional dan keselamatan penerbangan karena kepadatan lalu lintas udara di atas saluran udara," kata angkatan udara Malaysia.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA