Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Airlangga-Anies Dinilai Paslon Pilpres Saling Melengkapi

Rabu 02 Jun 2021 16:45 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus raharjo

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) bersalaman dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu (kanan) saat melakukan pertemuan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (29/4/2021). Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan silaturahim kebangsaan guna mempererat hubungan komunikasi sesama partai politik.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) bersalaman dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu (kanan) saat melakukan pertemuan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (29/4/2021). Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan silaturahim kebangsaan guna mempererat hubungan komunikasi sesama partai politik.

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PKS mengisyaratkan mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengatakan, wacana pasangan capres-cawapres Airlangga Hartarto-Anies Baswedan dinilai bakal menjadi pasangan calon yang saling melengkapi. Ketokohan Airlangga yang dikenal sebagai sosok nasionalis bertemu religiositas Anies menurutnya dinilai cukup mengesankan.

"Keduanya miliki basis suara berbeda sehingga saling melengkapi. Airlangga dengan soliditas suara Golkar, Anies dari ceruk suara personalnya," kata Dedi kepada Republika.co.id, Rabu (2/6).

Keduanya bisa menjadi alternatif lawan bagi pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani yang kemungkinan diusung koalisi PDIP bersama Gerindra. Dedi memandang, secara personal Anies dinilai memiliki jangkauan sentimen pemilih lebih luas dibanding tokoh potensial lain. Anies juga dianggap memiliki potensi untuk diterima semua identitas pemilih di Indonesia.

"Ini berbeda, misalnya, dengan Ganjar yang hanya dominan di identitas Jawa," ujarnya.

Ditambah lagi ada sinyal yang dilempar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang menutup pintu koalisi dengan sejumlah partai. Hasto mengaku PDIP tidak cocok dengan sejumlah partai, seperti Partai Golkar, PKS, Nasdem, dan Partai Demokrat. Dengan demikian, peluang koalisi Airlangga-Anies dinilai semakin terbuka.

Namun, langkah Gubernur DKI Jakarta itu untuk bisa diusung sebagai capres dirasa masih agak sulit karena tak ada dukungan partai politik di belakangnya. Oleh karena itu, Anies dirasa perlu membuka diri kepada partai politik agar tetap miliki potensi untuk diusung.

"Akan sangat baik jika Anies mulai membuka diri untuk merapat ke parpol, bisa PKS atau Nasdem. Dua parpol ini punya kesan terbuka menerima tokoh nonkader untuk diusung," tutur Dedi.

PKS sendiri mengisyaratkan mendukung Anies untuk maju dalam Pilpres 2024. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu bahkan menyebut Anies memiliki potensi menang pada Pilpres 2024. "Kita melihat memang ada potensi yang sangat besar pada Pak Anies (menangi Pilpres 2024)," kata Ahmad Syaikhu di Banda Aceh, pekan lalu.

Keyakinan Syaikhu terhadap Anies karena ia melihat beberapa hasil survei dari lembaga survei menunjukkan dan menghasilkan peringkat yang baik untuk Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Peringkat survei Anies kalau tidak kesatu, kedua, atau ketiga, ya seperti itu, dan Pak Anies selama ini selalu bersama PKS sejak jadi Gubernur DKI, mudah-mudahan dukungan ini terus diberikan," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA