Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

4 Kondisi Kesehatan yang Rentan Melanda Perempuan

Rabu 02 Jun 2021 16:36 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Perempuan perlu memastikan dirinya sehat agar dapat melakukan beragam aktivitas.

Perempuan perlu memastikan dirinya sehat agar dapat melakukan beragam aktivitas.

Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Perempuan harus menempatkan kesehatannya sebagai prioritas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perempuan terkenal pintar dalam melakukan banyak aktivitas secara bersamaan. Kaum Hawa bahkan sehari-hari banyak yang sigap mengurus rumah tangga hingga menunaikan kewajibannya di kantor.

Dengan berbagai aktivitas yang melelahkan tersebut, perempuan harus memerhatikan kesehatan mereka. Jika tidak, kesehatan fisik maupun mental dapat terpengaruh dalam jangka panjang.

Perempuan yang ‘multitasking’ atau dapat disebut dengan istilah ‘superwomen’ harus menyadari bahwa kesehatan harus jadi nomor satu di kehidupan. Mereka harus memastikan dirinya sehat agar dapat melakukan berbagai aktivitas yang menyibukkan.

Dilansir The Strait Times, ada empat kondisi kesehatan yang rentan dialami oleh perempuan:

1. Penyakit jantung
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa prevalensi penyakit jantung pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Di Singapura, dibandingkan kanker payudara, penyakit ini membunuh perempuan sekitar enam kali lebih banyak.

Namun, penyakit jantung pada perempuan memiliki gejala yang lebih halus dan kurang dapat dikenali. Di antara gejala-gejala itu adalah sakit perut di bagian atas, pusing, mual, dan kelelahan yang tidak biasa.

Perempuan yang dapat mengenali gejala-gejala tersebut dapat meningkatkan peluang untuk pemulihan dan mendapat penanganan medis tepat waktu. Dr Chan Wan Xian, ahli jantung di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena di Singapura mengatakan bahwa wanita lebih mungkin mengalami serangan jantung pada usia yang lebih tua, rata-rata 10 tahun lebih lama dibandingkan pria.

Baca Juga

Biasanya, ini terjadi setelah menopause karena kadar estrogen yang lebih rendah menjadi faktor risiko tinggi untuk serangan jantung. Tetapi, tidak hanya perempuan pascamenopause yang mungkin menderita serangan jantung.

Sebuah studi belum lama ini yang dipresentasikan dalam Sesi Ilmiah Asosiasi Jantung Amerika melaporkan peningkatan kasus serangan jantung pada perempuan yang berusia lebih muda, yaitu antara 35 hingga 45 tahun, sementara kasus serupa menurun di kalangan pria dalam kelompok usia yang sama.

Chan merekomendasikan beberapa langkah pencegahan penyakit jantung pada perempuan. Mulai dari menjaga pola makan yang sehat, olahraga teratur dan memodulasi stres dalam kehidupan mereka.

Lakukan perubahan gaya hidup yang sehat sebagai pencegahan utama terhadap penyakit kardiovaskular sedini mungkin. Cari pengobatan secepat mungkin jika didiagnosis menderita penyakit jantung atau memiliki faktor risiko kardiovaskular (diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA