Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Cerita Label Lokal Mampu Bersaing Internasional 

Rabu 02 Jun 2021 14:40 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Nora Azizah

Saat ini tidak sedikit label lokal yang mampu bersaing secara internasional (Foto: ilustrasi)

Saat ini tidak sedikit label lokal yang mampu bersaing secara internasional (Foto: ilustrasi)

Saat ini tidak sedikit label lokal yang mampu bersaing secara internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini tidak sedikit label lokal yang mampu bersaing secara internasional. Salah satunya dibuktikan pasangan suami istri Violetta Affandi dan Fejri Muzakky melalui VONA, sebuah usaha produk berbahan dasar kulit untuk pria dan wanita seperti tas, sepatu, dan dompet yang kini telah berhasil menembus pasar dan bahkan masuk kanal LazMall di Lazada. 

Bermula dari keinginan pasangan ini untuk memulai hal baru, VONA kini telah memiliki konsumen yang tersebar tidak hanya di Indonesia, namun juga di mancanegara. Fejri Muzakky, Pendiri VONA mengatakan, ketika membangun sebuah bisnis, maka kita harus mampu membaca situasi dan memahami permintaan pasar.

Baca Juga

Awalnya, dia membangun VONA dengan mode bisnis berdasarkan preferensi dirinya sendiri. Tapi dia menyadari bahwa tidak semua hal yang ia sukai sejalan dengan permintaan konsumen. 

“Setelah melalui proses trial and error, dan memahami keinginan pasar, kini kami bangga dapat memberikan produk yang dibutuhkan dan dicari oleh konsumen. Saat ini VONA mampu mencapai rata-rata 200-300 penjualan per hari di Lazada, dan bahkan bisa mencapai ribuan penjualan di saat ada promo,” katanya dalam siaran pers, Selasa (1/6).

Menjadi entrepreneur adalah keinginan yang telah dipendam oleh Violeta dan Fejri sejak lama. Melihat banyaknya pengrajin yang kehilangan pekerjaan sejak tragedi Bom Bali, Violetta dan Fejri tergerak untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan, pindah ke Bali dan memulai perjalanan membangun usaha yang dapat memberdayakan pengrajin di komunitas sekitar. 

Dimulai dari mempelajari teknis desain secara otodidak, serta mempelajari tipe tas, teknik menjahit, dan material yang bagus, Violetta dan suami akhirnya melahirkan VONA dengan bantuan para pengrajin di Bali di tahun 2013. VONA menjual produk berbahan dasar kulit seperti tas, sepatu, dan dompet untuk pria dan wanita berkualitas premium. 

Nama VONA sendiri diambil dari kata VON dari Bahasa Islandia yang memiliki arti ‘harapan’ untuk menggambarkan keinginan menggapai sukses di masa depan. Meski usahanya terbilang baru, respon positif tidak hanya datang dari konsumen lokal, namun juga dari konsumen mancanegara. Terbukti, produk-produk VONA banyak dikirim ke luar negeri, dengan konsumen diantaranya dari Jerman, Yunani, Singapura, dan Australia. Kini VONA bisa mempekerjakan 30 karyawan untuk membantu produksi dan bergabung dengan Lazada untuk memperluas jangkauan konsumennya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA