Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

PMI Manufaktur di Posisi 55,3 pada Mei

Rabu 02 Jun 2021 11:28 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Industri manufaktur

Industri manufaktur

Foto: Prayogi/Republika
PMI Manufaktur pada Mei kembali mencatat rekor survei tertinggi baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- IHS Markit mengumumkan, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur pada Mei berada di posisi 55,3. Angka itu naik dari posisi April di 54,5. 

PMI Manufaktur pada Mei tersebut kembali mencatat rekor survei tertinggi baru selama tiga bulan berturut-turut. Kondisi bisnis dinilai telah menguat dalam tujuh bulan berturut-turut.

Baca Juga

Direktur Asosiasi Ekonomi di IHS Markit Jingyi Pan mengatakan, sektor manufaktur Indonesia berkembang cepat pada Mei. Hal itu terlihat dari angka PMI Manufaktur yang terus naik. 

"Perusahaan menandakan peningkatan permintaan dan output yang kuat. Sementara peningkatan pertama pada ketenagakerjaan dalam 15 bulan juga merupakan tanda yang menggembirakan," ujar Jingyi melalui keterangan resmi, Rabu (2/6).

Ia menjelaskan, kendala pasokan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Hal itu mengakibatkan kenaikan harga yang dialami di seluruh sektor manufaktur. 

Sebagai akibat dari keterlambatan pengiriman, input menipis meskipun rekor transaksi pembelian meningkat. “Secara keseluruhan, perusahaan tetap optimis mengenai output pada masa mendatang, dengan harapan kondisi Covid-19 membaik," tuturnya.

Ia menilai, sangat penting mengendalikan situasi pandemi. Khususnya dengan wabah yang meluas di wilayah Asia dan pascalibur Idul Fitri. "Ini agar tidak menggagalkan pemulihan yang sedang berlangsung," kata Jingyi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA