Selasa 01 Jun 2021 22:20 WIB

India Siapkan 10 Juta Vaksin Covid-19 Per Hari

Jumlah itu meningkat drastis dari hanya 3 juta dosis vaksin saat ini.

Seorang petugas kesehatan mengambil sampel usap seorang wanita untuk diuji COVID-19 di desa Kusehta utara Prayagraj, India, Sabtu, 29 Mei 2021.
Foto: AP / Rajesh Kumar Singh
Seorang petugas kesehatan mengambil sampel usap seorang wanita untuk diuji COVID-19 di desa Kusehta utara Prayagraj, India, Sabtu, 29 Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGALURU -- India akan menyiapkan hingga 10 juta dosis vaksin Covid-19 per hari pada Juli dan Agustus. Jumlah itu meningkat drastis dibandingkan pasokan tiga juta dosis vaksin per hari yang tersedia saat ini.

Negara terpadat kedua di dunia itu telah menderita wabah yang menghancurkan sejak April, dan baru-baru ini mereda. Para ahli kesehatan mengatakan satu-satunya cara untuk mencegah lonjakan Covid-19 lainnya adalah vaksinasi massal terhadap 1,3 miliar penduduknya.

Baca Juga

"Kami tidak ragu bahwa kami akan dapat meningkatkan kecepatan vaksinasi, begitu pasokan meningkat," kata penasihat pemerintah V K Paul kepada wartawan, Selasa.

Produsen vaksin seperti Serum Institute of India dan Bharat Biotech berusaha keras untuk meningkatkan pasokan, selain pembicaraan yang dilakukan India dengan produsen vaksin asing besar seperti Pfizer Inc. Kementerian kesehatan mengatakan hampir 45 juta orang telah divaksinasi penuh atau mencakup 4,7 persen dari 950 juta populasi orang dewasa di negara itu.

India memberikan hampir 2,8 juta dosis pada Senin (31/5).Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah menuai kritik atas peluncuran vaksin yang lambat meskipun India adalah salah satu produsen dosis terbesar di dunia, termasuk untuk suntikan AstraZeneca.

Beberapa negara bagian mengeluhkan kekurangan vaksin AstraZenca dan vaksin lain yang disebut Covaxin yang dikembangkan oleh perusahaan India, Bharat Biotech. Bulan lalu, pemerintah memerintahkan agar interval antara dua dosis AstraZeneca ditingkatkan menjadi 12-16 minggu dari 4-6 minggu, yang menurut para ahli disebabkan oleh terbatasnya persediaan.

Paul mengatakan tidak ada rencana untuk mencampur dosis berbagai vaksin yang telah disarankan beberapa pejabat sebelumnya. Dia juga mengatakan setiap orang dianjurkan untuk mengambil dua dosis penuh vaksin AstraZeneca dan tidak membatasi diri pada satu suntikan saja.

Pada Selasa, negara itu melaporkan kenaikan infeksi baru harian terendah selama lebih dari sebulan dengan 127.510 kasus. Sementara kematian juga berada di angka terendah sejak 27 April dengan 2.795 kematian."Penahanan (virus) telah berhasil. Namun, itu bukan solusi yang berkelanjutan dan kami harus menemukan langkah untuk mengurangi penguncian," kata Balram Bhargava, kepala Dewan Penelitian Medis India.

Jumlah keseluruhan infeksi negara raksasa Asia Selatan itu sekarang mencapai 28,2 juta. Sementara jumlah kematian telah mencapai 331.895 orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement