Selasa 01 Jun 2021 13:21 WIB

Ahli Sebut Jenis Minyak Goreng yang Bisa Picu Peradangan

Jenis minyak goreng ini bisa picu peradangan karena pengaruhi metabolisme.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Minyak goreng (ilustrasi)
Foto: Pixabay
Minyak goreng (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai salah satu komponen penting memasak, ada begitu banyak jenis minyak goreng yang tersedia di pasaran. Dari semua jenis minyak goreng itu, para ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan satu jenis minyak goreng karena bisa mempengaruhi metabolisme dan memicu peradangan dalam tubuh.

Lalu jenis minyak goreng mana yang bisa picu peradangan? Jawabannya, minyak sayur atau nabati. Dokter keluarga Dr Waqas Ahman Buttar menerangkan, istilah nabati yang disematkan dalam jenis minyak goreng ini telah menciptakan ilusi yang menyesatkan. 

Baca Juga

Kebanyakan minyak nabati yang ada di pasaran memang terbuat dari campuran minyak kanola, jagung, kedelai, safflower, kelapa sawit, dan bunga matahari. Tetapi, minyak nabati yang dimurnikan dan diproses, tidak hanya kekurangan rasa tetapi juga nutrisi.

“Minyak sayur bahkan telah diketahui mengandung sifat peradangan yang dapat mengganggu usus Anda, menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan, yang secara negatif mempengaruhi kesehatan Anda dari waktu ke waktu,” kata Buttar seperti dilansir dari laman She Finds, Selasa (1/6).

Asisten profesor Psikologi Kinesiologi, Olahraga dan Latihan Universitas Virginia Barat, Megan Byrd menilai, minyak sayur yang terbuat dari kedelai termasuk jenis yang bisa memicu peradangan karena kandungan asam lemak omega-6 yang tinggi.

“Peradangan tidak membantu metabolisme Anda dan dapat membuat Anda merasa lesu, lelah, kembung, dan seiring waktu, dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular,” tambah Byrd.

Meski minyak nabati tidak baik bagi kesehatan, namun bukan berarti Anda harus menghilangkan itu sepenuhnya dari dapur. Alternatif terbaiknya adalah mengganti dengan minyak zaitun dan minyak alpukat. Keduanya lebih tinggi lemak tak jenuh dan menyehatkan jantung.

“Minyak zaitun sangat bagus untuk saus salad dan saus buatan sendiri. Minyak alpukat paling baik untuk dipanggang dan ditumis karena rasanya yang lembut. Tubuh perlu mengonsumsi lemak sehat secara teratur untuk diet seimbang, jadi memilih minyak goreng yang lebih bergizi berbahan dasar alpukat atau zaitun dapat bermanfaat untuk diet tanpa mengganggu metabolisme atau menyebabkan peradangan,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement