Selasa 01 Jun 2021 10:11 WIB

Harlah Pancasila, Jokowi: Ideologi Radikal Merambah Cepat

Globalisasi menambah tantangan bagi masyarakat dalam meresapi nilai Pancasila.

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Mas Alamil Huda
Presiden Joko Widodo.
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (1/6) pagi. Upacara nonvirtual sendiri digelar di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri.

Dalam amanatnya, Jokowi yang mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengokohkan nilai Pancasila. Kendati Pancasila sendiri sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat Indonesia sebagai sebuah ideologi, namun globalisasi menambah tantangan bagi masyarakat Indonesia dalam meresapi nilai Pancasila. 

"Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarideologi. Ideologi transnasional cenderung semakin meningkat memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi," ujar Jokowi dalam sambutannya, Selasa (1/6). 

Presiden lantas menggarisbawahi berkembangnya teknologi, termasuk dengan munculnya konektvitas 5G saat ini. Menurutnya, berbagai kemudahan dalam berkomunikasi ini sekaligus mempermudah menyebarnya ideologi transnasional radikal untuk masuk ke berbagai kelompok di pelosok negeri.

"Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antardunia juga semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh idiolog transnasional radikal untuk merambah ke semua pelosok Indonesia ke seluruh kalangan dan ke seluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu," kata Jokowi. 

Jokowi menyebutkan, penyebaran ideologi transnasional radikal sudah memanfaatkan cara-cara yang tak biasa. Demi mengimbanginya, maka pemupukan nilai Pancasila dan implementasinya perlu juga didukung kemajuan teknologi yang ada. Ia mengajak masyarakat untuk terus memperdalam nilai Pancasila dan terus memupuknya bagi generasi muda.

"Saya mengajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda Indonesia dan seluruh rakyat indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai pancasila dalam mewujudkan indonesia yang maju," kata presiden.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement