Selasa 01 Jun 2021 06:08 WIB

Mesir Gelar Rapat Gencatan Senjata dengan Hamas di Gaza

Pembahasan fokus pada cara untuk 'menyegel' ketenangan dan rencana konstruksi Gaza. 

Rep: Lintar Satria/ Red: Agus Yulianto
Relawan Palestina membersihkan puing-puing dan membersihkan jalan di Kota Gaza, pada 29 Mei 2021, lebih dari seminggu setelah gencatan senjata mengakhiri 11 hari permusuhan antara Israel dan Hamas
Foto: Arabnews.com
Relawan Palestina membersihkan puing-puing dan membersihkan jalan di Kota Gaza, pada 29 Mei 2021, lebih dari seminggu setelah gencatan senjata mengakhiri 11 hari permusuhan antara Israel dan Hamas

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Kepala intelijen Mesir Abbas Kamel bertemu dengan pemimpin-pemimpin Hamas di Gaza. Kamel hendak memperkuat gencatan senjata antara kelompok milisi Palestina itu dengan Israel serta mendiskusikan rencana rekonstruksi Gaza yang hancur usai pertempuran 11 hari.

Pertemuan Senin (31/5) ini menjadi kunjungan pertama kepala intelijen Mesir ke Gaza sejak awal tahun 2000-an. "Pembahasan fokus pada cara untuk menyegel ketenangan dan rencana konstruksi Gaza usai agresi Israel baru-baru ini," kata pejabat Hamas yang meminta namanya tidak disebutkan.

Pejabat Hamas itu mengatakan kepala Hamas di Gaza Yehya Al-Sinwar meminta Kairo mendesak Israel berhenti menyerang rakyat Palestina di Yerusalem dan Sheikh Jarrah. Pertempuran 11 hari antara Israel dan Hamas pecah pada 10 Mei.

Pertempuran dipicu karena rakyat Palestina marah polisi Israel menyerbu masuk ke komplek Masjid al-Aqsa di Yerusalem. Di saat yang sama Israel berencana mengusir rakyat Palestina dari distrik Sheikh Jarrah untuk membangun pemukiman Yahudi Israel.

Petugas medis Gaza mengatakan, 253 rakyat Palestina meninggal dunia dalam pertempuran tersebut. Sementara roket dan rudal dari Gaza yang menewaskan 13 orang di Israel.  

Poster Presiden Mesir Abdel Fattal al-Sisi dan bendera Mesir menghiasi jalan-jalan di Gaza. Ratusan orang berbaris di depang pintu masuk Gaza sambil mengibarkan bendera Mesir saat iringan mobil yang membawa Kamel lewat.

Kunjungannya ini sebagai upaya Mesir untuk mempertegas peran penting mereka sebagai mediator antara Israel dan hamas. Membawa kembali kedua belah pihak ke proses damai.

Ahad (30/5) kemarin kantor berita Mesir, MENA melaporkan, Sisi memimpin pemerintah Mesir melanjutkan usaha tersebut. Dia juga dilaporkan menggelar rapat untuk menyelesaikan masalah terkait tahanan dan orang-orang hilang baik dari sisi Israel maupun Hamas.

Usai bertemu Kemal, wakil Sinwar di Gaza  Khalil Al-Hayya mengatakan, pembahasan pertukaran tahanan dengan Israel harus terpisah dari perundingan gencatan senjata. "Kami telah melangkah jauh dalam pertemuan-pertemuan yang digelar sebelum agresi (Bulan Mei) tapi sejauh ini pendudukan belum serius, bila musuh serius, kami dapat melangkah lebih cepat," kata Hayya pada wartawan.

Kairo juga dilaporkan akan membangun perumahan di Gaza. Kementerian Perumahan Gaza mengatakan sekitar 1.500 rumah hancur dalam pertempuran 11 hari.

Sebanyak 1.500 lainya hancur tidak dapat diperbaiki dan 17 ribu unit lainnya rusak sebagian. Kementerian Perumahan Gaza mengatakan biaya untuk membangun kembali bangunan-bangunan yang rusak sebanyak 150 juta dolar AS.

Ahad kemarin Kamel bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam pertemuan itu Netanyahu mengatakan pertemuan tersebut membahas keamanan kawasan dan cara untuk mencegah Hamas menyedot bantuan dari sipil untuk memperkuat diri.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement