Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Mengenal Diet Sonoma, Apa Makanan dan Kekurangannya?

Selasa 01 Jun 2021 05:34 WIB

Red: Nur Aini

Diet Sonoma didasarkan pada diet Mediterania (Foto: Ilustrasi Diet)

Foto:
Diet Sonoma didasarkan pada diet Mediterania

Fase ini dimulai setelah 10 hari ketika Anda telah mencapai berat badan ideal. Semua makanan yang dianjurkan selama gelombang 1 akan dilanjutkan dalam fase ini, tetapi makanan tertentu yang tidak diizinkan akan diperkenalkan kembali. Selain itu, olahraga harian dan pola makan terkontrol dipraktikan dalam fase ini.

Dalam gelombang 2, makanan yang dikonsumsi adalah semua jenis sayur kecuali kentang putih, semua jenis buah utuh, yogurt bebas lemak, cokelat hitam, anggur merah atau anggur putih 180 ml per hari.

Gelombang 3

Ini adalah fase terakhir dari diet Sonoma, yang akan membantu Anda mempertahankan berat badan tersebut. Aturan yang ada di gelombang 2 juga diterapkan di sini, namun makanan penutup dan manisan dapat dikonsumsi dalam jumlah terbatas.

Diet Sonoma dapat membantu menurunkan berat badan?

Tidak banyak penelitian tentang diet Sonoma untuk menurunkan berat badan. Namun, mengingat bahwa diet ini terinspirasi oleh diet Mediterania, penelitian telah menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat membantu menurunkan berat badan untuk jangka panjang. Jadi, diet Sonoma mungkin menawarkan hasil yang serupa dengan diet Mediterania. Selain itu, Anda akan menghilangkan makanan olahan dan mengonsumsi lebih banyak makanan padat nutrisi yang dapat membantu mengatur berat badan Anda.

Yang perlu dicatat, penurunan berat badan juga tergantung pada sejumlah faktor seperti aktivitas fisik, usia, metabolisme, kualitas tidur dan pengelolaan stres. Manfaat penurunan berat badan dan kekurangan diet SonomaKarena diet Sonoma didasarkan pada pola makan Mediterania, ini dapat meningkatkan asupan nutrisi Anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan yang mencakup makanan utuh dan membatasi makanan olahan meningkatkan asupan serat, protein, vitamin, dan mineral.

Selain itu, Anda akan mengonsumsi banyak makanan bergizi seperti alpukat, daging tanpa lemak, minyak zaitun, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran yang telah terbukti membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah, peradangan dan gula darah.

Diet Sonoma juga memiliki kekurangan. Diet ini sangat rendah kalori dan dapat membatasi asupan kalori harian Anda karena kontrol porsi yang ekstrem. Asupan kalori yang rendah dapat meningkatkan rasa lapar dan gangguan pola makan. Karena diet berfokus pada kontrol porsi, Anda harus mengganti piring makanan biasa Anda dengan piring tujuh inci atau mangkuk dua cangkir (475 ml) untuk sarapan dan piring sembilan inci untuk makan siang dan makan malam.

Jadi, Anda harus mengukur beberapa makanan untuk mendapatkan ukuran porsi yang tepat. Selain itu, diet ini bisa menjadi mahal dan sangat memakan waktu ketika harus merencanakan dan memasak makanan Anda.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA