Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Mengenal Diet Sonoma, Apa Makanan dan Kekurangannya?

Selasa 01 Jun 2021 05:34 WIB

Red: Nur Aini

Diet Sonoma didasarkan pada diet Mediterania (Foto: Ilustrasi Diet)

Diet Sonoma didasarkan pada diet Mediterania (Foto: Ilustrasi Diet)

Foto: Flickr
Diet Sonoma didasarkan pada diet Mediterania

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini ada berbagai jenis program diet untuk menurunkan berat badan, salah satu yang sedang dibicarakan adalah diet Sonoma. Diet Sonoma didasarkan pada diet Mediterania yang menekankan pada makan berbagai makanan padat nutrisi yang utuh.

Diet ini berfokus pada mengontrol porsi makan dan konsumsi makanan sehat untuk mendorong penurunan berat badan serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan hanya dalam 10 hari. Apa itu diet Sonoma?

Baca Juga

Diet Sonoma adalah program penurunan berat badan yang dirancang oleh Connie Guttersen, ahli gizi dan penulis dua buku "The Sonoma Diet" yang diterbitkan pada tahun 2005 dan "The New Sonoma Diet" yang diterbitkan pada tahun 2011. Buku-buku Guttersen menjelaskan tentang filosofinya dalam menurunkan berat badan, bagaimana berat badan dapat meningkatkan kesehatan dengan cara berfokus pada makanan utuh dan rencana diet yang akan membantu Anda menghentikan kecanduan gula. Selain itu, buku ini juga mengajari Anda untuk memuaskan keinginan rasa lapar dengan makanan sehat.

Diet Sonoma dinamai seperti wilayah anggur terkenal di Kalifornia, Amerika Serikat (AS). Diet ini terinspirasi oleh diet Mediterania, yang berfokus pada makanan berenergi seperti minyak zaitun, biji-bijian, buah-buahan, sayuran segar, ikan, unggas, kacang-kacangan dan polong-polongan. Selain pola makan yang sehat, diet ini juga berfokus pada pengendalian porsi. Bagaimana cara kerja diet Sonoma?

Tujuan dari diet ini adalah untuk membuat Anda merasa kenyang sambil mengkonsumsi makanan sehat dalam porsi kecil untuk mendorong penurunan berat badan. Diet Sonoma terstruktur dalam tiga fase yang disebut gelombang. Gelombang pertama berlangsung selama 10 hari dan merupakan fase paling ketat, gelombang kedua memungkinkan Anda mencapai bobot ideal dan gelombang ketiga berfokus pada mempertahankan bobot tersebut.

Selama diet, Anda akan mengkonsumsi 10 makanan berenergi seperti blueberry, stroberi, anggur, bayam, paprika, brokoli, biji-bijian, tomat, minyak zaitun, dan almond. Makanan ini kaya serat, vitamin, mineral, dan lemak sehat. Selain itu, diet ini mendorong Anda untuk makan tiga kali sehari serta camilan sehat, tetapi hanya jika Anda memiliki keinginan untuk makan di antara jam makan.

Gelombang 1

Fase ini adalah fase paling ketat yang berlangsung selama 10 hari. Ini dirancang untuk mempromosikan penurunan berat badan dengan mempelajari kontrol porsi dan menghilangkan makanan olahan dan manis. Jenis makanan yang dapat dikonsumsi selama gelombang 1 adalah biji-bijian, lemak olahan dalam mayones, margarin dan saus krim. Gula tambahan yang didapat dalam sirup maple, gula putih, makanan penutup, dan soda.

Selain itu, produk susu seperti keju berlemak penuh, semua jenis yogurt dan mentega. Buah-buahan tertentu seperti mangga, persik, pisang, dan delima. Sayuran tertentu seperti kentang, kacang polong, jagung, wortel, bit dan labu.

Gelombang 2

 

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA