Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Pelatih Louvre Akui Satria Muda dan PJ Layak Masuk Final

Senin 31 May 2021 17:48 WIB

Rep: Fitrianto/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain Louvre Dewa United Jamarr Andre Johnson (kiri) berebut bola dengan para pemain Pelita Jaya dalam semifinal IBL Pertamax 2021.

Pemain Louvre Dewa United Jamarr Andre Johnson (kiri) berebut bola dengan para pemain Pelita Jaya dalam semifinal IBL Pertamax 2021.

Foto: IBL Indonesia
Kedua tim memiliki keunggulan masing-masing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai final ideal akhirnya terwujud di IBL Pertamax 2021. Dua tim pemuncak klasemen babak reguler berjumpa di partai puncak yakni Pelita Jaya Bakrie Jakarta dari divisi merah akan berhadapan dengan Satria Muda Pertamina Jakarta dari divisi Putih.

Keduanya berhasil menyapu bersih laga semifinal, Pelita Jaya menang 2-0 atas Louvre Dewa United Surabaya, sedangkan Satria Muda Pertamina menghentikan laju tim debutan West Bandits Solo juga dengan 2-0.

Pelatih Kepala Tim Louvre Dewa United Surabaya Andika Supriadi Saputra ketika mengakui, kedua tim yang lolos adalah tim besar yang memiliki materi pemain yang lengkap.

"Selamat untuk kedua tim yang lolos ke final. Mereka banyak dihuni pemain Timnas. Secara individu maupun tim keduanya yang terbaik untuk saat ini," kata Bedu sapaan akrab dari Andika Supriadi Saputra saat dihubungi republika.co.id, Senin (31/5).

Untuk menebak siapa yang akan menjadi jawara musim ini, Bedu mengakui agak sulit karena keduanya berimbang. Pelita Jaya,  memiliki pemain guard yang cepat dan memiliki akurasi tembakan bagus. "Sedangkan Satria Muda bigman-nya sulit ditembus dan sangat berbahaya jika sudah dibawah ring," kata dia.

Mengomentari hasil yang dicapai tim yang dilatihnya Louvre Surabaya gagal melangkah lebih jauh, Bedu mengatakan, persiapan musim ini bagi Louvre Surabaya memang tidak bisa maksimal.

"Ini musim yang sulit bagi tim kita, sebelum bermain dikasih cobaan, pemain ada yang cedera, banyak yang kena covid-19,  sehingga latihan kita tambal sulam," kata Bedu.

"Selanjutnya saat babak reguler kita juga alami kesulitan. Penampilan di seri I sampai III turun-naik. Bahkan untuk lolos play-off kita harus mati-matian hingga di laga terakhir," kata dia menambahkan.

"Mental kita diuji lagi dengan kalah telak di gim pertama dari BPJ. Kita kemudian bisa ambil gim dua dan tiga. Di semifinal kita sudah habis-habisan lawan Pelita Jaya dan inilah hasilnya," kata Bedu soal perjalanan timnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA