Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Menlu Turki Buat Yunani Berang, Ada Apa?

Senin 31 May 2021 08:53 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Menlu Turki Buat Yunani Berang, Ada Apa? Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Menlu Turki Buat Yunani Berang, Ada Apa? Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Foto: Matthias Balk/dpa via AP
Status Muslim di Thrace salah satu dari serangkaian bentrokan diplomatik dua negara.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu membuat marah Yunani setelah dia menggambarkan minoritas Muslim di wilayah Yunani Thrace sebagai orang Turki. Cavusoglu membuat komentar tersebut setibanya di Alexandroupolis, dekat perbatasan Turki, saat dia melakukan kunjungan dua hari.

"Di Yunani untuk bertemu anggota minoritas Turki di Thrace bagian barat dan membahas hubungan bilateral kami," tulisnya di Twitter.

Baca Juga

Cavusoglu menggunakan frasa "minoritas Turki" sebanyak lima kali dalam serangkaian tweet yang memerinci pembicaraannya dengan perwakilan komunitas Muslim dan kunjungan ke sekolah.

"Kami akan selalu berdiri teguh dengan minoritas Turki dalam perjuangan mereka untuk hak-hak mereka dan sekali lagi, menggarisbawahi dukungan kuat kami," katanya setelah bertemu dengan anggota Dewan Penasihat Minoritas Turki Thrace Barat, dilansir dari The National, Senin (31/5).

Turki sering menuduh Yunani gagal merawat minoritas Muslim di Thrace, banyak dari mereka adalah keturunan Turki. Komentar Cavusoglu memicu teguran keras dari Yunani yang mengatakan minoritas itu terdiri atas Muslim multietnis.

"Minoritas Muslim di Thrace memiliki sekitar 120 ribu penduduk Yunani," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Yunani Alexandros Papaioannou.

"Upaya terus-menerus Turki mendistorsi kenyataan ini, serta tuduhan tidak melindungi hak-hak warga negara ini, atau diskriminasi, tidak berdasar dan ditolak secara keseluruhan. Yunani ingin meningkatkan hubungan dengan Turki, tetapi dengan menghormati hukum internasional sebagai prasyarat." 

Di bawah Perjanjian Lausanne 1923, Muslim di Thrace diberi status dan perlindungan minoritas. Cavusoglu dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dan Menteri Luar Negeri Nikos Dendias pada Senin (31/5). Pemerintah Yunani mengatakan kunjungan Cavusoglu ke Thrace adalah urusan pribadi.

"Kunjungan di Thrace adalah kunjungan pribadi. Yunani adalah negara terbuka dan demokratis yang tidak melarang kunjungan pribadi. Sejauh menyangkut minoritas (Thrace), Yunani menikmati status kesetaraan," kata juru bicara Aristotelia Peloni, Kamis.

Dalam konferensi pers pada bulan April, Cavusolgu mengangkat masalah minoritas dengan Dendias. "Anda tidak mengizinkan minoritas Turki menyebut diri mereka sendiri Turki. Anda menyebut mereka Muslim," katanya.

"Jika mereka menyebut diri mereka orang Turki, mereka orang Turki, Anda harus mengenali ini," kata Cavusolgu.

Status Muslim di Thrace adalah salah satu dari serangkaian bentrokan diplomatik antara Yunani dan Turki, meskipun ada indikasi hubungan mungkin membaik. Mereka terlibat dalam sengketa terpisah atas hak maritim di Mediterania timur.

https://www.thenationalnews.com/world/europe/turkish-foreign-minister-cavusoglu-angers-greece-over-muslim-minority-comments-1.1232467

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA