Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Rusia Kucurkan Pinjaman 500 Juta Dolar AS untuk Belarusia

Senin 31 May 2021 00:14 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Andri Saubani

Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko memicu protes.

Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko memicu protes.

Foto: Michael Klimentyev/EPA
Kucuran dana itu bagian dari pinjaman 1,5 miliar dolar AS yang dijanjikan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia telah setuju untuk melepaskan pinjaman kedua senilai 500 juta dolar AS ke Belarusia. Rusia terus meningkatkan dukungan untuk Presiden Belarusia Alexander Lukashenko di tengah kemarahan Barat tentang pelarangan pesawat penumpang Eropa dan penangkapan seorang jurnalis.

Kucuran dana itu adalah bagian dari pinjaman 1,5 miliar dolar AS yang dijanjikan Rusia kepada Belarusia. Kucuran itu sebagai bagian dari upaya Moskow untuk menstabilkan Minsk setelah protes massal meletus terhadap pemerintahan hampir tiga dekade Lukashenko tahun lalu.

Kantor berita Rusia RIA melaporkan, Minsk menerima angsuran pertama 500 juta dolar AS pada Oktober dan akan menerima tahap kedua sebelum akhir Juni. Dukungan keuangan diumumkan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan hari kedua dengan Lukashenko. Putin menjamu tamunya dengan tur kapal pesiar di resor Laut Hitam Sochi pada Sabtu (29/5).

Pertemuan selama dua hari antara Putin dan Lukashenko terjadi ketika Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) mengecam Belarusia karena menggunakan ancaman bom tipuan untuk memaksa jet Ryanair mendarat di Minsk. Otoritas Belarusia mengirim jet tempur untuk mengawal pesawat itu, sebelum menangkap jurnalis Roman Protasevich dan rekannya Sofia Sapega, seorang warga negara Rusia.

Keduanya dipenjara karena dituduh mendalangi kerusuhan massal. Protasevich bisa dipenjara hingga 15 tahun. Beberapa negara Eropa telah memberlakukan larangan penerbangan pada penerbangan Belarusia.

Sementara, AS mengatakan bahwa sanksi pemblokiran penuh pada sembilan perusahaan milik negara Belarusia akan mulai berlaku pada 3 Juni. Washington juga mengatakan sedang bekerja dengan UE dalam menyusun daftar sanksi yang ditargetkan terhadap anggota kunci pemerintah Lukashenko.

Putin telah mengkritik tanggapan Barat dan menyatakan setuju dengan sikap Lukashenko. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan Rusia juga berjanji untuk mempertimbangkan untuk meningkatkan penerbangan dengan Belarus untuk mengimbangi efek larangan penerbangan UE.

"Membahas pengaturan lalu lintas udara, dengan mempertimbangkan keputusan otoritas Eropa dan banyak maskapai penerbangan yang telah membatalkan penerbangan melalui wilayah udara [Belarusia], dan dengan mempertimbangkan bahwa Belavia tidak lagi diterima di kota-kota Eropa,” kata Peskov.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA