Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

PKB Nilai Peluang Ridwan Kamil Sebagai Capres Masih Terbuka

Ahad 30 May 2021 14:59 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Foto: Dok. Humas Prokopim Kota Bogor
PKB menyarankan Ridwan Kamil untuk terus meningkatkan kinerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menilai, peluang Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil jadi calon presidn (capres) masih terbuka. PKB diketahui merupakan pengusung Emil di Pilgub Jabar 2018 bersama Partai Hanura, PPP dan Partai Nasdem dan kini tengah menjalin komunikasi politik.

"Komunikasi dengan Kang Emil sebagai kepala daerah hal yang wajar apalagi sesama partai pengusungnya," kata Daniel kepada Republika, Ahad (30/5).

Daniel menyampaikan, peluang Kang Emil menjadi capres tidak tertutup 100 persen. Namun, ia mengingatkan Emil supaya mengutamakan pemenuhan target kerja sebagai Gubernur Jabar lebih dulu.

Daniel menjabarkan ada sejumlah program PKB dan Emil yang sejalan guna memajukan masyarakat. Salah satunya penguatan sektor pertanian.

"Yang penting fokus ke kinerja dulu termasuk bersama PKB terus mewujudkan program-program kerakyatan seperti petani, UKM, dan pendidikan pondok pesantren," ujar anggota DPR RI tersebut.

Selain itu, Daniel menilai kinerja Emil wajib diperbaiki jelang Pilpres 2024. Perbaikan kinerja itu diharapkan berpengaruh dengan elektabilitas Emil bila nantinya resmi menjadi capres. Ia enggan berspekulasi soal dukungan PKB bagi Kang Emil di Pilpres 2024.

"Masih harus terus ditingkatkan (kinerja Emil)," ucap Daniel.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengedepankan politik tahu diri ketika bicara peluang maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang meski tingkat elektabilitas dirinya terus terpantau naik lewat hasil sejumlah lembaga survei, seperti survei yang dilakukan oleh Y-Publica pekan ini. Ia memegang dua filosofi politik dalam memimpin yaitu politik akal sehat dan tahu diri. Tingkat elektabilitas dan popularitas dirinya yang dilansir lembaga survei bisa diperhitungkan oleh partai politik atau tidak sama sekali.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA