Ahad 30 May 2021 15:01 WIB

'Buaya Darat' Surabaya Menanti Keajaiban

Louvre Dewa United (Buaya Darat) butuh kemenangan atas Pelita Jaya di Gim Kedua IBL.

Rep: Fitriyanto/ Red: Didi Purwadi
Pemain Louvre Dewa United Jamarr Andre Johnson (kiri) berebut bola dengan para pemain Pelita Jaya dalam semifinal IBL Pertamax 2021.
Foto: IBL Indonesia
Pemain Louvre Dewa United Jamarr Andre Johnson (kiri) berebut bola dengan para pemain Pelita Jaya dalam semifinal IBL Pertamax 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Louvre Dewa United Surabaya kini berharap keajaiban kembali terjadi di gim kedua Indonesia Basketball League (IBL) Pertamax 2021. Tim berjuluk Buaya Darat itu tak ingin perjuangan berakhir di babak empat besar.

Di gim pertama, Louvre Dewa United Surabaya dilumat dengan skor 84-67 dari Pelita Jaya Bakrie Jakarta. Bila kembali menelan kekalahan di gim kedua yang digelar Ahad (30/5) sore ini, Kevin Moses dkk harus mengakhiri perjalanan di IBL Pertamax 2021.

Louvre Dewa United Surabaya punya peluang besar menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tim Buaya Darat tentu masih ingat keajaiban yang dibuat Jamarr Johnson pada perempat final.

Kala itu, Jamarr melepaskan tembakan tiga angka di tiga detik akhir kuarter empat yang memaksa KAI Bima Perkasa Jogja memainkan babak overtime di gim kedua perempat final. KAI Bima perkasa Jogja pada akhirnya kalah di gim kedua dan ketiga karena permainan Jamarr yang cemerlang.

Di gim pertama kontra Pelita Jaya Bakrie Jakarta, Jamarr belum terlalu terlihat permainnannya. Para penggawa Pelita Jaya Bakrie Jakarta mampu meredam pebasket berusia 33 tahun itu.

Di sisi lain, Pelita Jaya Bakrie Jakarta tak punya niat memberi Louvre Dewa United Surabaya perpanjangan napas. Dua gim sudah cukup bagi Andakara Prastawa dkk untuk lolos ke partai puncak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement