Ahad 30 May 2021 06:10 WIB

Sekolah yang Siap akan Gelar Belajar Tatap Muka di Bandung

Keselamatan siswa turut menjadi perhatian utama saat pelaksaan belajar tatap muka.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar saat simulasi pembelajaran tatap muka. Kegiatan ini direncanakan mulai dilaksanakan Juli 2021 mendatang. Sekolah diminta menyiapkan semua infrastruktur terkait protokol kesehatan di sekolah (ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar saat simulasi pembelajaran tatap muka. Kegiatan ini direncanakan mulai dilaksanakan Juli 2021 mendatang. Sekolah diminta menyiapkan semua infrastruktur terkait protokol kesehatan di sekolah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengungkapkan pembelajaran tatap muka (PTM) akan dilakukan secara terbatas kepada sekolah-sekolah yang sudah siap infrastruktur dan sumber daya. Keselamatan para siswa turut menjadi perhatian utama saat pelaksaan belajar tatap muka Juli mendatang dimulai.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar memastikan belajar tatap muka pada Juli mendatang akan dilakukan terbatas kepada sekolah yang sudah siap. Pihaknya akan mulai meninjau dan memastikan sekolah-sekolah yang sudah siap. "Dinas Pendidikan Kota Bandung sedang mempersiapkan sekolah-sekolah yang mengajukan diri dan layak untuk melakukan PTM karena tidak semua sekolah mampu memenuhi standar pelaksanaan PTM sesuai SKB 4 Menteri," ujarnya Sabtu (29/5).

Baca Juga

Ia mengatakan, persiapan lain yang telah dilakukan yaitu melakukan rapat dengan Wali Kota Bandung, diskusi terbatas dengan pemangku kepentingan dan kewilayahan. Selain itu dilakukan evaluasi terhadap kesiapan sekolah.

"Disdik, aparatur kewilayahan, puskesmas setempat, dinkes, dan satgas Covid-19 di kewilayahan akan meninjau sesuai instrumen kesiapan," katanya. Apabila hasil evaluasi sekolah belum siap, maka belum dapat melakukan PTM terbatas.

Hikmat memastikan belajar tatap muka terbatas tidak boleh dipaksakan oleh pihak sekolah. Namun harus sudah siap dan memenuhi uji kelaikan. 

Sedangkan sekolah yang belum siap dapat memperbaiki kesiapan para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) maupun sarana prasarananya. Sekolah yang sudah siap nanti dapat belajar tatap muka pada bulan Agustus mendatang. "Jadi jangan dipaksakan karena yang utama adalah keselamatan anak,” katanya. 

Ia menambahkan, beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum pelaksaanaan PTM di sekolah yaitu penyiapan sarana prasarana berbasis protokol kesehatan Covid-19 seperti wastafel cuci tangan, disinfektan, hand sanitizer, thermogun, dan lainnya.

Penyiapan kurikulum atau desain PTM (terori dan praktek), sosialisasi adaptasi kebiasaan baru ke seluruh warga sekolah meliputi guru, tata usaha, siswa dan orang tua. Termasuk pembentukkan tim satgas Covid-19 sekolah.

"Semua pihak harus menerapkan protokol kesehatan 5 M seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan baik di sekolah maupun di luar sekolah," katanya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement