Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Hibrid Varian India dan Inggris Menyebar Cepat Lewat Udara

Ahad 30 May 2021 05:30 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi virus corona.

Ilustrasi virus corona.

Foto: Pixabay
Varian baru menunjukkan virus menggandakan dirinya dengan sangat cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Pihak berwenang Vietnam mendeteksi varian virus corona baru yang merupakan kombinasi dari varian Covid-19 India dan Inggris, Sabtu (29/5) . Kementerian Kesehatan Vietnam mengtakan varian baru ini menyebar dengan cepat melalui udara.

"Vietnam telah menemukan varian Covid-19 baru yang menggabungkan karakteristik dari dua varian yang ada yang pertama kali ditemukan di India dan Inggris," kata Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long.

Long menggambarkan varian baru virus corona itu sebagai hibrida dari dua varian yang diketahui. "Bahwa yang baru adalah varian India dengan mutasi yang semula milik varian Inggris sangat berbahaya," katanya.

Vietnam sebelumnya telah mendeteksi tujuh varian baru virus antara lain B.1.222, B.1.619, D614G, dan B.1.1.7 yang dikenal sebagai varian Inggris. Kemudian Vietnam juga mendeteksi varian baru lainnya yaitu B.1.351, A.23.1 dan B.1.617.2 yang merupakan varian India.

Long mengatakan Vietnam akan segera mempublikasikan data genom dari varian yang baru diidentifikasi. Menurutnya, varian baru ini lebih menular daripada jenis yang diketahui sebelumnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi empat varian SARS-CoV-2 yang menjadi perhatian global. Ini termasuk varian yang muncul pertama kali di India, Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil. Pejabat di WHO tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait varian yang diidentifikasi di Vietnam.

Setelah berhasil menahan penyebaran Covid-19 pada tahun lalu, Vietnam bergulat dengan peningkatan infeksi sejak akhir April. Sementara itu, sejauh ini Vietnam mencatat 47 kematian akibat Covid-19.

Long mengatakan, varian baru menunjukkan virus menggandakan dirinya dengan sangat cepat. Hal ini menjadi penyebab banyaknya kasus baru yang muncul di berbagai bagian negara dalam waktu singkat.

Kementerian Kesehatan mengatakan, pemerintah sedang berupaya untuk mengamankan 10 juta dosis vaksin di bawah skema Covax. Selain itu, Vietnam juga mengamankan 20 juta dosis vaksin Pfizer, dan 40 juta Sputnik V buatan Rusia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA