Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Jelang Final Liga Champions, Rudiger Peringatkan City

Sabtu 29 May 2021 15:31 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain Chelsea Antonio Rudiger bertepuk tangan kepada suporter di akhir pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea dan Leicester City di Stamford Bridge Stadium di London, Selasa, 18 Mei 2021.

Pemain Chelsea Antonio Rudiger bertepuk tangan kepada suporter di akhir pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea dan Leicester City di Stamford Bridge Stadium di London, Selasa, 18 Mei 2021.

Foto: Peter Cziiborra / Pool via AP
Ia berpikir status yang tak diunggulkan membawa peluang besar meraih gelar juara.

REPUBLIKA.CO.ID, PORTO -- Bek Chelsea, Antonio Rudiger yakin status underdog timnya di final Liga Champions menguntungkan Chelsea dalam perburuan tropi si Kuping Besar. The Blues akan melawan Manchester City di partai final Liga Champions, di Stadion Dragau, Porto, Portugal, Ahad (30/5) dini hari WIB.

Chelsea mengincar trofi Liga Champions keduanya setelah sebelumnya diraihnya pada 2012. Adapun City berambisi mengangkat tropi tersebut pertama kalinya dalam sejarah. Kendati demikian, The Citizen favorit memenangkan tropi tersebut sekaligus menahbiskan diri meraih treble winners musim ini.

Rudiger mengakui City merupakan tim top. Namun ia berpikir status yang tak diunggulkan membawa peluang besar meraih gelar juara. Apalagi Chelsea dua kali atas City dalam dua pertemuan terakhir yaitu di Liga Inggris dan Piala FA.

“City adalah tim top, mereka telah menunjukkannya selama bertahun-tahun dan mereka adalah tim yang hebat. Tapi kami berhasil mengalahkan mereka dua kali musim ini dan itu akan menjadi pertandingan yang menarik. Pastinya,” ujarnya dilansir dar Sport Review, Sabtu (29/5).

Rudiger memperkirakan dalam pikiran City kekalahan di dua kali pertandingan terakhir tetap membekas. Namun Rudiger tak akan berpatokan kepada hasil tersebut. Ia meminta pemainnya memanfaatkan status underdog sebagai jalan memenangkan pertandingan.

Pemain asal Jerman itu mengungkapkan Chelsea selalu kehilangan poin jika berstatus sebagai unggulan. Ia mencontohkan musim ini ketika melawan Brighton, Southampton dan Leeds United. Sebaliknya, Chelsea meraih hasil maksimal ketika melawan tim seperti City, Real Madrid dan Atletico Madrid.

"Entah bagaimana hal itu menghilangkan tekanan dari Anda karena orang berharap Anda gagal, kalah, dan kemudian Anda membalikkan harapan itu,” katanya.

Chelsea mengalami perkembangan pesat sejak dipegang Tuchel. Mereka sukses finis di posisi keempat pada klasemen akhir Liga Inggris. Mereka juga lolos ke final Piala FA namun kalah dari Leicester City. Dan Chlesea juga tembus ke final Liga Champions.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA