Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Andi Arief: Kerugian Besar Jika Demokrat Ikut Koalisi PDIP

Jumat 28 May 2021 20:15 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Andi Arief

Andi Arief

Menurut Andi, ketidakcocokan PDIP dengan Demokrat bukan karena perbedaan ideologi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief menilai, sebuah kerugian bagi Partai Demokrat jika berkoalisi dengan PDIP. Hal itu disampaikan Andi menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto  yang menyebut sulit bagi PDIP berkoalisi dengan Partai Demokrat lantaran perbedaan ideologi antarkeduanya.

"Di tengah ketidakpuasan masyarakat  terhadap pemerintahan saat ini kerugian besar jika Demokrat ikut dalam koalisi PDIP," kata Andi saat dikonfirmasi Republika, Jumat (28/5).

Menurut Andi, jika Partai Demokrat berkoalisi dengan PDIP, maka sama juga dengan bunuh diri politik. "Kami memilih cara dengan cermat dan menghitung banyak aspek," ucapnya.

Andi mengatakan, ketidakcocokan PDIP dengan Partai Demokrat bukan disebabkan perbedaan ideologi. Menurutnya, pernyataan Hasto terlalu jauh.

"Persoalan sesungguhnya itu karena  PDIP dua kali berhadapan dengan kader Demokrat yaitu SBY selalu mengalami kekalahan," ujarnya.

Andi menambahkan, bahkan pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu kader yang dimenangkan PDIP bukanlah kader utama PDIP. Menurutnya, Joko Widodo dinilai bukan kader yang dididik lama oleh PDIP seperti halnya Puan Maharani atau Megawati Soekarnoputri sendiri.

 

Baca Juga



"Jokowi sebagai kader kost di PDIP pun bukan mengalahkan kader Demokrat. Bahkan prestasi dalam menjabat kita bisa saksikan jauh lebih baik di zaman kader Demokrat menjadi Presiden hampir di semua bidang," ungkapnya.

Dirinya meyakini jika Pilpres 2024 mendatang berjalan adil. Ia juga percaya aparat kepolisian, BIN, TNI dan penyelenggara bersikap netral.

"Saatnya koalisi Partai Demokrat dan partai lain di luar PDIP memenangkan Pilpres. Walaupun PDIP menggunakan 'nafas buatan' Pak Prabowo," tegasnya.

Dalam sebuah diskusi virtual hari ini, Hasto Kristiyanto menyebut bahwa PDIP sulit membangun koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat. PDIP dan dua partai itu memiliki DNA ideologi yang berbeda.

"(Mereka) partai elektoral, kami adalah partai ideologi tapi juga bertumpu pada kekuatan massa. Sehingga kami tegaskan dari DNA-nya kami berbeda dengan Partai Demokrat. Ini tegas-tegas saja, supaya tidak ada juru nikah yang ingin mempertemukan tersebut. Karena beda karakternya, nature-nya," jelasnya.

 

photo
Lima Nama Capres di Tiga Hasil Survei - (Infografis Republika.co.id)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA