Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Allah Swt Menghargai Orang yang Merenung

Jumat 28 May 2021 12:00 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Esthi Maharani

tafakur

tafakur

Foto: reuters
Allah memberi pahala kepada orang-orang yang bertafakur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allah Swt begitu menghargai seorang hamba yang bertafakur (merenung) atas nikmat, anugrah yang diberikan dan juga merenung dosa apa yang telah diperbuat dan segera bertobat. Begitu menghargainya Allah kepada hamba yang bertafakur, melalui lisan Nabi Muhammad Saw, Allah memberi pahala kepada orang-orang yang bertafakur.

"Merenung (Tafakur) sesaat lebih baik daripada ibadah setahun," demikian Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali menulis di kitab Al-Munqizh Min Al-Dhalal yang dialihbahasakan oleh KH. R. Abdullah Bin Nuh dengan judul "Tafakur Sesaat Lebih Baik Daripada Ibadah Setahun."

Menurut Imam Ghazali anjuran merenung sesuatu atau bertafakur ini amat sering dijumpai dalam Alquran. "Berkali-kali dalam Alquran Allah Swt menyuruh kita bertafakur merenung. Mereka yang berbuat demikian amatlah dihargai," katanya.

Ibnu Abbas menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda. "Renungkanlah apa yang telah diciptakan Tuhan tetapi jangan kamu renungkan bagaimana keadaan Tuhan itu sebab dugaanmu takkan sampai ke situ".

Pada suatu peristiwa Rasulullah SAW melihat beberapa orang sedang bertafakur.

 "Mengapa kamu berdiam diri? Tanya beliau". "Kami sedang Tafakur, merenungkan ciptaan ciptaan Tuhan," jawab mereka.

Lalu Beliau SAW bersabda, "Baik. Renungkanlah apa yang telah diciptakannya, tetapi jangan kamu pikirkan keadaan dzatnya. Renungkanlah, nun di sana, di magrhrib, ada sebuah tempat yang dipenuhi cahaya, luasnya sejauh perjalanan matahari empat puluh hari. Di tempat itu ada jumlah makhluk Tuhan yang belum pernah berbuat durhaka kepada-Nya sekejap matapun."

Kemudian mereka bertanya "Rasulullah, Tidakkah mereka tergoda oleh setan? "Beliau menjawab," Bahkan mereka tidak tahu, bahwa setan itu ada."

Dan, mereka pun kembali bertanya. "Adakah orang-orang itu keturunan Adam?" Mereka tidak tahu juga bahwa Adam itu ada. "Jawab Rasulullah SAW.

Menurut Aisyah ra setelah turun ayat yang menyebutkan bahwa tanda-tanda penting yang memperkuat iman seseorang adalah terdapat dalam ciptaan-ciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya siang dan malam (QS Ali Imran ayat 191).


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA