Jumat 28 May 2021 10:22 WIB

Jaya Suprana: Mari Bersatu Menanggulangi Fobia Agama!

Marilah kita bersatu menanggulangi fobia agama.

Penembakan massa di Las Vegas. Peristiwa ini terjadi beberapa waktu lalu. (ilustrasi).
Foto: Google.co.id
Penembakan massa di Las Vegas. Peristiwa ini terjadi beberapa waktu lalu. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Jaya Suprana, Budayawan, Penggagas Rekor MURI, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Rangkaian tragedi pembunuhan massal oleh pemilik senjata api di Amerika Serikat untuk ke sekian kali kembali terjadi secara beruntun di negara bagian Georgia, Colorado, South Carolina, Indiana.

Minimal 8 warga AS terbunuh oleh penembakan secara membabibutatuli di San Jose. Maka Presiden Joe Biden mengibarkan bendera setengah tiang di Gedung Putih.

Pada bulan April 2021, presiden Joe Biden sudah mengutuk kekerasan senjata api sebagai epidemi kejahatan yang mempermalukan Amerika Serikat di dunia internasional. Pada hakikatnya penembakan massal merupakan terorisme.

PERADABAN AMERIKA SERIKAT

Maka Biden memaklumatkan beberapa aksi eksekutif untuk melarang penjualan senjata secara daring. Namun ini kandas di tengah jalan akibat perlawanan dari para pemuja senjata api dan tentu saja para produsen senjata api yang kuatir kehilangan profit duit dari penjualan senjata api.

Parlemen USA juga terbelah dua akibat pro dan kontra pemilikan senjata api yang oleh sebagian masyarakat sudah dianggap sebagai bagian melekat pada peradaban Amerika Serikat sebagai lambang individualisme sekaligus kejantanan.

Sejarah Amerika Serikat sejak dini memang berlumuran darah  Fakta tragedi penembakan massal di Amerika Serikat yang dianggap dan menganggap diri sebagai polisi dunia pada hakikatnya membuktikan bahwa terorisme dilakukan oleh para insan yang mengalami gangguan kejiwaan secara personal. Maka ini jelas sama sekali lepas dari latar belakang agama, ideologi, politik serta ras . 

FOBIA AGAMA

Fakta tragedi penembakan massal di Amerika Serikat menyadarkan umat manusia bahwa yang bersalah pada kasus terorisme pada hakikatnya sama sekali bukan agama mau pun umat beragama tertentu. 

Yang bersalah pada angkara murka terorisme murni terbatas pada sang insan manusia yang melakukan terorisme. Bahwa terorisme dilakukan oleh umat Nasrani terhadap umat Nasrani beda sekte di Irlandia Utara sama sekali bukan berarti umat Nasrani adalah teroris. Bahwa ada umat Buddha di Myanmar melakukan kekerasan terhadap kaum Rohingnya bukan berarti umat Buddha adalah teroris.

Sama halnya bahwa ada umat Islam melakukan terorisme sama sekali bukan alasan untuk menyebar wabah Islamophobia.

Saya pribadi memiliki para sahabat seperti Gus Dur, Ibu Nuriyah, Mbak Alissa, Mbak Yenny, Mbak Anita, Mbak Inayah, Gus Mus, Cak Nur, Cak Nun, Cak Mahfud, Mbak Siti Musdah Mulia, Mbak Nuryahbani, Mas Komarudin Hidayat, Mas Azyumardi Arza, Mas Hidayat Nurwahid dan lain-lain tokoh Islam yang semuanya anti terorisme.

Marilah kita bersatu menanggulangi fobia agama.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement