Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Muslim dan Yahudi Inggris Bersatu Kampanyekan Perdamaian

Jumat 28 May 2021 06:50 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Muslim dan Yahudi Inggris Bersatu Kampanyekan Perdamaian. Warga Palestina lari dari bom suara yang dilemparkan oleh polisi Israel di depan kuil Dome of the Rock di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, Jumat (21/5), ketika gencatan senjata mulai berlaku antara Hamas dan Israel setelah perang 11 hari. .

Muslim dan Yahudi Inggris Bersatu Kampanyekan Perdamaian. Warga Palestina lari dari bom suara yang dilemparkan oleh polisi Israel di depan kuil Dome of the Rock di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, Jumat (21/5), ketika gencatan senjata mulai berlaku antara Hamas dan Israel setelah perang 11 hari. .

Foto: AP / Mahmoud Illean
Ekstremis mencoba memanfaatkan konflik dengan berbagi unggahan kebencian.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Muslim dan Yahudi Inggris telah bersatu menyerukan perdamaian menyusul peningkatan signifikan insiden akibat kebencian. Data dari Community Security Trust (CST) menyebut peningkatan 500 persen dalam insiden anti-Semit sejak bentrokan di masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.

Sementara kelompok pemantau Islamofobia, Tell Mama, mencatat kenaikan 430 persen dalam laporan tindakan anti-Muslim. Dilansir dari The National News, Rabu (26/5), konflik di Palestina telah menyebabkan Muslim Melawan Anti-Semitisme dan Dewan Kepemimpinan Yahudi mendanai iklan satu halaman penuh di surat kabar New York Times. Langkah ini disebut bertujuan mengutuk kebencian dan menyerukan perdamaian.

Baca Juga

"Kami menerima ada banyak hal yang tidak dapat disepakati, di sisi mana pun dari berbagai pendapat, Tapi mari kita tidak setuju kepada kebencian. Mari kita bernegosiasi dengan itikad baik untuk mencari solusi yang adil. Selalu ada ruang untuk diskusi, tidak pernah ada ruang untuk kebencian,” kata Dewan Kepemimpinan Yahudi.

"Ada dua kata, satu bahasa Arab, satu bahasa Ibrani, yang memiliki akar yang sama, keduanya berarti damai. Salam. Shalom," tambahnya.

Menurut mereka, ekstremis mencoba memanfaatkan konflik dengan berbagi unggahan kebencian tentang Israel dan Palestina secara online. Di London, seorang Rabbi diserang di dekat sinagognya di London utara dan dalam insiden lain konvoi orang-orang dengan mobil yang ditutupi bendera Palestina meneriakkan ancaman kepada orang-orang Yahudi.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA