Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Catatan Mengejutkan Rabi Soal Yahudi Lama di Jawa-Sumatra

Jumat 28 May 2021 05:57 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Yahudi sudah memasuki wilayah nusantara sejak abad belasan. Ilustrasi Yahudi

Yahudi sudah memasuki wilayah nusantara sejak abad belasan. Ilustrasi Yahudi

Foto: Reuters/Ronen Zvulun
Yahudi sudah memasuki wilayah nusantara sejak abad belasan.

REPUBLIKA.CO.ID, Setelah Portugis menemukan jalan ke India dan Asia Tenggara, banyak orang Yahudi, lebih dulu menjadi Kristen, terlibat dalam ekspedisi pada awal abad ke-16. Kebanyakan dari mereka tidak kembali, tapi bermukim di sepanjang pantai utara Sumatra dan Jawa.

Jumlah pemukim Yahudi di nusantara berkembang seiring kemunduran Portugis dan munculnya VOC, raksasa dagang Belanda, di nusantara pada 1602. Namun, tidak ada dokumen yang menyebut jumlah pemukim Yahudi pada awal pendirian Batavia. Setelah VOC bangkrut pada 1799, Pemerintah Hindia-Belanda juga tidak mencatat jumlah orang Yahudi di kota-kota di Jawa dan Sumatra.

VOC dan Pemerintah Hindia-Belanda memang menjalankan politik segregasi etnis, tapi tidak memisahkan Yahudi dari masyarakat Belanda. Politik segregasi hanya mencakup orang-orang Cina, inlander (pribumi), Arab, Moor, dan kulit putih non-Belanda.

Yahudi asal Belanda masuk ke dalam kelompok pemukim Belanda. Sementara, Yahudi yang datang dari Jerman, Prancis, Spanyol, Austria, Inggris, dan lainnya masuk kelompok masyarakat kulit putih non-Belanda.

Namun, Yahudi yang datang ke Hindia-Belanda tidak hanya berasal dari Eropa, tapi juga dari wilayah Kekaisaran Ottoman, yaitu Irak. Komunitas Yahudi Shepardic di Surabaya berasal dari Irak dan menyebut diri Yahudi Baghdadi.

Terdapat indikasi pemerintah Hindia-Belanda mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat Arab. Rumah-rumah Yahudi Baghdadi di Surabaya, plus sinagoge mereka, terdapat di lingkungan permukiman Arab.

Catatan penting tentang eksistensi Yahudi di nusantara ditulis Rabi Yacob Saphir. Dalam perjalanan ke Australia untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan permukiman Yahudi di Palestina, Rabi Saphir tiba di Singapura—kota di Asia Tenggara dengan pemukim Yahudi Shepardic yang mapan; memiliki beberapa sinagoge dan rabi.

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA