Sunday, 23 Rabiul Akhir 1443 / 28 November 2021

Sunday, 23 Rabiul Akhir 1443 / 28 November 2021

Maldini Bicara Momen Penting Milan Musim 2020/2021

Kamis 27 May 2021 18:45 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Muhammad Akbar

Paolo Maldini

Paolo Maldini

Foto: EPA-EFE/Simone Venezia
perjalanan Milan musim ini terbilang mendebarkan.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Legenda klub sekaligus direktur olahraga AC Milan saat ini, Paolo Maldini berbicara tentang keberhasilan timnya untuk kembali berlaga di ajang Liga Champions musim 2021/2022 mendatang.

Bak roller coaster perjalanan Milan musim ini terbilang mendebarkan. Tak terkalahkan hingga pekan ke-16 Serie A Liga Italia 2020/2021, dan sukses menjadi juara paruh musim merupakan proses panjang dalam mengakhiri kampanye kali ini di posisi kedua.

"Rasanya ini adalah musim yang berlangsung hampir dua tahun. Kami mendapatkan mimpi kami, menempatkan tim di tempat kedua, sungguh luar biasa merayakannya bersama," kata Paolo Maldini kepada Milan TV dikutip Football Italia, Kamis (27/5).

Penantian panjang selama tujuh musim terakhir untuk kembali ke Liga Champions membuat Maldini emosional. Ia mengaku Milan berada dalam proses yang benar untuk bisa kembali meraih kejayaan.

Namun, pemilik lima gelar Liga Champions bersama i Rossoneri meminta kepada skuad Stefano Pioli untuk tidak merasa cepat puas. Karena ini merupakan awal petualangan mereka untuk bisa kembali bersaing di level sepak bola tertinggi Benua Biru.

"Milan harus terus merasa lapar, dan setiap tahun kami meletakan fondasi untuk membangun lebih tinggi. Jelas lolos ke Liga Champions adalah keuntungan finansial, dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk berada di level tertinggi," sambung dia.

Lebih lanjut, Maldini menceritakan momen krusial pada perjalanan i Diavolo Rosso. Ia menjelaskan bagaimana rencana CEO Ivan Gazidis untuk mengambil risiko memecat Pioli dan menggantikannya dengan Ralf Rangnick.

"Dua momen yang tak terlupakan dan sangat penting adalah ketika saya dan pelatih memutuskan untuk tetap maju dengan skuad melakukannya sangat baik, di mana kami bisa lolos ke Liga Europa melalui adu penalti versus Rio Ave."

Meski sudah lama absen, Milan masih tercatat sebagai klub tersukses kedua di Benua Biru. Mereka sukses mengumpulkan tujuh gelar, hanya tertinggal dari Real Madrid yang mengoleksi 13 trofi si Kuping Besar.

Kesebelasan asal kota mode Italia memenangkan gelar tersebut pada musim 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, dan 2007. Mereka juga empat kali finis sebagai runner up di kompetisi prestisius tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA