Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Suhu Bumi Berpotensi Naik 1,5 Derajat dalam 5 Tahun

Kamis 27 May 2021 16:14 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Pemanasan global menyebabkan suhu bumi bertambah panas dan es di kutub terus menipis.

Pemanasan global menyebabkan suhu bumi bertambah panas dan es di kutub terus menipis.

Foto: EPA
90 persen wilayah di dunia diprediksi akan mencetak suhu untuk rekor tertinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah ahli meteorologi yang tergabung dalam Organisasi Meteorologi Dunia mengatakan ada 40 persen potensi Bumi menjadi begitu panas dalam lima tahun ke depan. Perkiraan ini juga memprediksi kemungkinan bahwa 90 persen wilayah di dunia akan mencetak rekor lain untuk suhu tertinggi pada akhir 2025.

Selain itu, para ahli mengatakan Atlantik mungkin akan terus menghasilkan badai yang lebih berbahaya dibanding sebelumnya. Tahun ini, diperkirakan sebagian besar daratan di Belahan Bumi Utara akan lebih hangat hingga 1,4 derajat (0,8 derajat Celcius) dibandingkan dekade terakhir.

Kondisi iklim sering di wilayah Barat daya Amerika Serikat (AS) juga diprediksi terus berlanjut pada 2021. Kesepakatan Iklim Paris yang dibuat oleh sejumlah negara di dunia pada 2015 untuk mencegah krisis lingkungan akibat perubahan iklim telah berkomitmen dalam menetapkan tujuan mencegah pemanasan global hingga puluhan derajat dari sekarang.

Laporan tersebut mengatakan ada kemungkinan bahwa satu dari lima tahun ke depan akan terjadi penambahan suhu hingga 1,5 derajat Celcius (2,7 derajat Fahrenheit). Saat ini, dunia sudah lebih hangat hingga 1,2 derajat celcius (2,2 derajat Fahrenheit) dibandingkan zaman pra-industri.

Potensi iklim Bumi 40 persen lebih panas dalam beberapa tahun ke depan disebut terjadi karena peningkatan teknologi yang terjadi. Kondisi dunia menghangat lebih yang diduga, bahkan dikatakan ini terlihat jelas di wilayah Kutub.

“Ini peringatan bahwa kita perlu mengambil tindakan tegas,” ujar Hermanson.

Sementara itu, ilmuwan iklim dari Pennsylvania State University Michael Mann mengatakan bahwa dirinya hampir yakin bahwa dunia akan melebihi ambang batas pemanasan yang disebut dalam Kesepakatan Iklim Paris, setidaknya sekali dalam beberapa tahun ke depan. Namun ia menyebut bahwa dalam satu atau dua tahun di atas 1,5 derajat Celcius (2,7 derajat Fahrenheit) tidak mengkhawatirkan seperti ketika tren suhu secara keseluruhan tetap di atas level itu.

“Itu tidak akan terjadi mungkin selama beberapa dekade dan masih bisa dicegah,” jelas Mann.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA