Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Kecelakaan Pikap di Malang, 8 Penumpang Meninggal, 6 Luka

Kamis 27 May 2021 15:17 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Karta Raharja Ucu

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar merilis kasus kecelakaan mobil pikap di RS Saiful Anwar, Kota Malang, Kamis (27/5).

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar merilis kasus kecelakaan mobil pikap di RS Saiful Anwar, Kota Malang, Kamis (27/5).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Enam orang yang mengalami luka dirawat di rumah sakit secara insentif.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Delapan orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pikap di Jalan Raya Dusun Simpar, Desa Wringinanom, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu (26/5) pukul 14.00 WIB. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menuturkan, dari 14 penumpang yang menaiki mobil pikap, delapan meninggal dunia, empat orang dirawat insentif di rumah sakit. Perawatan insentif ini dilakukan karena korban mengalami luka berat.

"Kemudian dua orang mengalami luka ringan. Dan sekarang masih dilakukan perawatan juga di RS Sumber Sentosa di Kecamatan Tumpang," kata Hendri kepada wartawan di Kota Malang, Kamis (27/5).

Mengenai data penumpang yang meninggal, enam di antaranya merupakan perempuan dewasa. Sementara dua penumpang lainnya terdata sebagai anak kecil. Keduanya masing-masing berusia tujuh tahun dan delapan tahun.

Berdasarkan laporan yang diterima, posisi empat dari 14 penumpang berada di bagian depan mobil. Keempat penumpang ini terdiri atas sopir, dua perempuan dewasa dan satu anak yang dipangku ibunya. Dari penumpang bagian depan, dua di antaranya meninggal, yakni anak dan ibunya.

"Kemudian dua orang lagi termasuk driver hingga saat ini masih perawatan di RS Saiful Anwar," ucap dia.

Sementara untuk 10 orang lainnya duduk di bak mobil pikap. Enam dari total penumpang tersebut meninggal dunia sedangkan lainnya mengalami luka. Korban luka saat ini masih dirawat di RS Saiful Anwar, Kota Malang dan RS Sumber Sentosa, Kabupaten Malang.

Hendri dan timnya sempat memantau kondisi kesehatan empat korban yang dirawat di RSSA. Berdasarkan hasil pantauannya, Hendri memastikan, tidak akan ada penambahan jumlah korban yang meninggal dunia. "Karena tadi sudah kita cek, kondisi korban semuanya relatif stabil," ungkapnya.

Menurut Hendri, beberapa korban sudah melaksanakan operasi dan kini berada di ruang perawatan rumah sakit. Sebagian besar korban mengalami luka di bagian dalam tubuh seperti patah tulang dan sebagainya. Kemudian beberapa korban lainnya dilaporkan tinggal menunggu pemulihan kesehatan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA