Kamis 27 May 2021 08:49 WIB

Ferdinand: MU tanpa Kreativitas di Pertahanan Villarreal

David De Gea gagal menjebol gawang Villarreal saat jadi eksekutor penalti MU.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah
Edinson Cavani membawa bola seusai mencetak gol penyama kedudukan melawan Villareal menjadi 1-1 pada final Liga Europa, Kamis (27/6).
Foto: EPA-EFE/Kacper Pempel
Edinson Cavani membawa bola seusai mencetak gol penyama kedudukan melawan Villareal menjadi 1-1 pada final Liga Europa, Kamis (27/6).

REPUBLIKA.CO.ID, GDANSK -- Mantan bek Manchester United (MU) Rio Ferdinand mengkritisi penampilan para juniornya. Skuat polesan Ole Gunnar Solskjaer baru saja gagal menjuarai Liga Europa musim 2020/21. MU takluk 10-11 (1-1) dari Villarreal lewat adu penalti pada final di PGE Arena, Gdansk, Polandia, Kamis (27/5) dini hari WIB.

Kiper United David de Gea jadi pesakitan. Setelah tak mampu sekali pun menahan sepakan penalti para pemain Villarreal, ia malah gagal saat menjadi eksekutor.

Baca Juga

Ferdinand enggan terfokus pada kegagalan De Gea. Ia melihat kinerja pasukan Setan Merah secara keseluruhan.

Menurutnya, para pemain MU gagal menemukan sentuhan terbaik. Terutama ketika mencapai sepertiga akhir di pertahanan lawan.

"Imajinasi dan kreativitas tidak ada di sana," kata Ferdinand kepada BT Sport, dikutip dari UEFA.com.

Eks palang pintu United lainnya, Wes Brown, turut bersuara. Ia menilai United tidak memiliki malam yang baik di Polandia.

Sebaliknya, sang mantan bek melihat kubu lawan mempunyai rencana permainan yang jelas. Menurut Brown, Villarreal sepenuhnya mengetahui kekuatan Setan Merah.

Pada akhirnya, pertandingan harus diputuskan lewat adu penalti. MU mendapatkan kekalahan menyesakkan. "Kami harus mengingat perasaan ini. Kami tidak ingin, itu terjadi lagi," ujar Brown.

Dengan demikian, MU kembali nirgelar di semua kompetisi. Terakhir kali MU meraih trofi terjadi pada 2017 lalu. Saat itu, MU yang dilatih Jose Mourinho menjadi juara Liga Europa usai menaklukkan Ajax Amsterdam 2-0 pada laga final.

Sejenak Marcus Rashford dan rekan-rekan mengalihkan fokus ke tim nasional masing-masing. Ada agenda Euro 2020, di depan mata.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement