Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Dua Gejala yang Iringi Risiko Kematian Pasien Covid-19

Kamis 27 May 2021 00:24 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Petugas medis menangani pasien terlihat di layar pemantau ruang ICU, Gedung COVID lantai II, RSUP Dr.M.Djamil, Padang, Sumatera Barat, Senin (24/5/2021). RSUP Dr.M.Djamil Padang menambah ruangan isolasi dan perawatan dengan 84 tempat tidur, untuk mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19 pasca Lebaran pada Mei 2021.

Petugas medis menangani pasien terlihat di layar pemantau ruang ICU, Gedung COVID lantai II, RSUP Dr.M.Djamil, Padang, Sumatera Barat, Senin (24/5/2021). RSUP Dr.M.Djamil Padang menambah ruangan isolasi dan perawatan dengan 84 tempat tidur, untuk mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19 pasca Lebaran pada Mei 2021.

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Segera ke rumah sakit jika mendapati dua gejala yang dapat memperparah Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi terbaru mengungkapan bahwa kematian atau mortalitas Covid-19 berkaitan dengan dua gejala yang bisa diperiksa dengan mudah di rumah. Kedua tanda tersebut adalah kadar oksigen dalam darah dan laju pernapasan.

Sebelumnya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan agar pasien Covid-19 segera mencari pertolongan medis bila mengalami kesulitan bernapas dan nyeri atau tekanan yang persisten pada dada. Akan tetapi, kedua hal ini sering kali tak terjadi ketika pernapasan dan kadar oksigen darah menurun dan mencapai tingkat yang berbahaya.

Baca Juga

Salah satu peneliti dan ahli kardiologi Dr Nona Sotoodehnia mengatakan, kebanyakan pasien Covid-19 tidak merasakan kesulitan bernapas. Meski mereka memiliki saturasi oksigen yang rendah, mereka bisa tidak merasakan gejala.

Bila mengikuti panduan CDC tersebut, pasien harus menunggu sampai ada gejala kesulitan bernapas untuk ke rumah sakit. Padahal, pada saat itu mungkin kadar oksigen darahnya sudah sangat rendah.

"Kita jadi kehilangan kesempatan untuk melakukan intervensi lebih dini dengan terapi yang menyelamatkan jiwa," jelas Dr Sotoodehnia, seperti dilansir Times Now News.

Oleh karena itu, tim peneliti dari University of Washington School of Medicine melakukan sebuah studi untuk mencari tahu tanda yang lebih bisa diandalkan dalam memberikan petunjuk penting bagi pasien Covid-19 dan keluarga. Misalnya, tanda yang dapat menunjukkan kemungkinan pasien akan mengalami perburukan atau tanda yang mengindikasikan bahwa pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di rumah harus dibawa ke rumah sakit.

Dalam studi ini, tim peneliti melibatkan 1.095 pasien Covid-19 berusia 18 tahun atau lebih tua yang dirawat di UW Medicine Hospitals dan Rush University Medical Center. Studi ini berlangsung sejak 1 Maret hingga 8 Juni 2020.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA