Kamis 27 May 2021 01:09 WIB

Hacker Selandia Baru Rilis Informasi Pribadi Pasien ke Media

Informasi tersebut berisi nama, nomor telepon, dan alamat pasien dan staf

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih
Hacker (ilustrasi)
Foto: pixabay
Hacker (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WAIKATO -- Peretas (hacker) yang menargetkan rumah sakit di distrik Waikato, Selandia Baru, telah merilis informasi pribadi pasien ke media. Sistem kesehatan negara itu sedang berjuang untuk kembali daring lebih dari sepekan setelah serangan itu.

Radio Selandia Baru dan media lokal lainnya melaporkan, kelompok yang mengeklaim bertanggung jawab atas serangan siber Dewan Kesehatan Distrik (DHB) Waikato yang terjadi pekan lalu merilis sejumlah catatan dan dokumen resmi. Dokumen tersebut berisi nama, nomor telepon, dan alamat pasien dan staf. Media memutuskan untuk tidak melaporkan rinciannya dan merujuk surel tersebut langsung ke polisi.

Baca Juga

Pemadaman sistem kesehatan di Waikato terus berlanjut yang mengganggu perawatan pasien dan proses penggajian anggota staf. Rumah sakit sekarang telah beralih ke proses manual untuk mendukung banyak pasien. Masyarakat diminta untuk mencari jalan alternatif untuk pengobatan kondisi tidak kritis.

Pihak berwenang tidak akan berkomentar tentang keputusan para penyerang dunia maya untuk diajukan tuntutan apa pun. Pemerintah juga telah menolak untuk membayar uang tebusan kepada para peretas.

"Kami sadar bahwa pelaku kejahatan dapat melihat apa yang dikatakan di media dan ini dapat memengaruhi perilaku mereka. Atas dasar itu, kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut tentang ini," kata Kepala Eksekutif Waikato DHB, Kevin Snee.

DHB Waikato merawat populasi lebih dari 425.000 orang. Pelanggaran terjadi setelah operator layanan kesehatan Irlandia terkena serangan ransomware yang dilakukan oleh penjahat dunia maya internasional.

Namun, tidak jelas apakah serangan di Selandia Baru dilakukan oleh kelompok yang sama dengan serangan yang terjadi di Irlandia. Biro Investigasi Federal mengatakan pekan ini bahwa penjahat dunia maya yang menyerang sistem kesehatan Irlandia menggunakan perangkat lunak berbahaya yang dijuluki "Conti". Mereka telah menargetkan setidaknya 16 jaringan medis Amerika Serikat dan respons pertama dalam satu tahun terakhir.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement