Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

BMKG: Antisipasi Kenaikan Air Laut Saat Gerhana Bulan

Rabu 26 May 2021 17:15 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Gerhana bulan total atau Blood Moon.

[Ilustrasi] Gerhana bulan total atau Blood Moon.

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Gerhana bulan akan mencapai puncaknya pada pukul 19:18 Wita.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Koordinator Data dan Informasi, Stasiun Geofisika, BMKG Sulawesi Utara, Edward Mengko mengingatkan masyarakat yang berada di pesisir pantai mewaspadai kenaikan air laut di atas normal ketika gerhana bulan. Gerhana bulan total Super Blood Moon akan terjadi pada, Rabu (26/5) hari ini. 

"Karena memang gerhana bulan berada pada posisi dekat dengan bumi, pengaruh gravitasi bulan bisa menyebabkan kenaikan air laut. Warga diharapkan waspada apabila gerhana bulan total ini terjadi bersamaanwaktu air pasang," ujar Edward di Manado.

Baca Juga

Gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Posisi matahari, bumi, dan bulan ini dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari-bumi-bulan sejajar menyebabkan bulan masuk ke umbra bumi. Akibatnya saat fase totalitas gerhana terjadi, bulan akan terlihat kemerahan. 

"Salah satu tupoksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah adalah memberikan informasi dan pelayanan tanda waktu, termasuk di dalamnya adalah informasi gerhana bulan dan matahari," sebutnya.

Edward menambahkan dengan membandingkan jarak bumi-bulan dan kejadian gerhana bulan total 26 Mei 2021 dapat diketahui bahwa waktu puncak gerhana ini terjadi hanya 9 jam 28 menit sejak bulan berada di perige (dekat bumi). Karena itu, gerhana ini dapat disebut sebagai gerhana bulan total perige atau dikenal pula sebagai Super Blood Moon,mengingat saat fase totalitas bulan akan terlihat kemerahan.

Gerhana bulan total sebelumnya yang teramati di Indonesia terjadi pada 31 Januari 2018, sementara peristiwa serupa dapat diamati lagi di Indonesia pada 8 Oktober 2033. Gerhana ini dimulai pada pukul 17:44 Wita dan akan mencapai puncaknya pada 19:18 Wita, serta berakhir pada pukul 21:51 Wita.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA