Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Peneliti: Gerhana Bulan Total Bisa Diamati 2,5 Tahun Sekali

Rabu 26 May 2021 15:55 WIB

Red: Bayu Hermawan

Observatorium Peneropongan Bintang Bosscha

Observatorium Peneropongan Bintang Bosscha

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Pada 2021 ini akan terjadi dua kali gerhana bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Peneliti di Observatorium Bosscha mengatakan bahwa gerhana bulan total bisa diamati dalam interval waktu 2,5 tahun sekali. Selama 2021, akan terjadi gerhana bulan total pada 26 Mei dan gerhana bulan sebagian pada 19 November mendatang.

"GBT (gerhana bulan total) dapat diamati dalam interval waktu 2,5 tahun sekali. Gerhana bulan total terakhir yang terjadi di Indonesia adalah pada 2018," kata peneliti di Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty, sebagaimana dikutip dalam siaran pers Biro Humas Institut Teknologi Bandung pada Rabu (26/5).

Baca Juga

Yatny menjelaskan pula bahwa selama 2021 gerhana bulan akan terjadi dua kali, yakni gerhana bulan total pada 26 Mei dan gerhana bulan sebagian pada 19 November. 

Pada saat terjadi gerhana, warna bulan akan menggelap. Menurut astronom di Observatorium Bosscha, Agus Triono, tingkat kegelapan warna bulan purnama pada saat pengamatan ditentukan oleh kondisi atmosfer.

"Jadi, (bulan) purnama yang biasanya putih akan berubah menjadi gelap. Nah, gelapnya itu nanti bergantung pada kondisi atmosfer," kata Agus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA