Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Emil Tekankan Pentingnya Wadah Kreativitas Berbasis Digital

Rabu 26 May 2021 13:14 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Kebutuhan mewadahi kemampuan dan kreativitas berbasis digital itu sebuah keniscayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, saat ini industri di segala sektor mau tidak mau harus beradaptasi dengan dunia digital. Maka dari itu, kata dia, kebutuhan untuk mewadahi kemampuan dan kreativitas berbasis digital menjadi sebuah keniscayaan.

Apalagi, lanjut Emil, generasi milenial hari ini bergelut tidak jauh dengan kreativitas yang bisa dijadikan sebagai ladang pekerjaan mereka. "Kita juga melihat orang bukan memulai usaha tetapi menjual jasa kemampuannya. Misalnya mampu bikin desain ya menjual jasa dan menjual jasa desain, itu yang disebut sebagai freelance," kata Emil di Surabaya, Rabu (26/5).

Baca Juga

Emil pun memberi nilai lebih terhadap orang-orang yang memiliki pekerjaan di sektor kreativitas berbasis digital. Karena menurutnya, antara freelancer atau orang yang bekerja secara freelance memiliki kesamaan dengan wirausahawan. Mereka sama-sama memiliki kemandirian. "Itu ada kemandirian di dibandingkan dengan orang yang menjadi pegawai yang mengandalkan gaji bulanan," ujarnya.

Demi mendukung hal tersebut, Emil mengaku, Pemprov Jatim saat ini sedang berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Antara lain dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov Jatim. Salah satunya lewat program SMA dual track.

"Jadi SMA dual track ini memberi mereka skill yang bisa digunakan. Supaya kalau lulus itu dia tidak kerja tetapi bisa punya kemampuan yang bisa dijual. Apakah bikin kue dan lain sebagainya," kata dia.

Emil menambahkan, selain dari aspek pendidikan, yang perlu dikembangkan untuk mendukung generasi muda berwirausaha adalah adanya komunitas. Komunitas yang berpihak kepada mereka, termasuk ekosistem yang mendukung. "Maka selain ada peran dari dunia pendidikan tapi juga ada peran dari komunitas pelaku usaha yang sudah ada sekarang, seperti dari komunitas co-working space," ujarnya.

Emil melanjutkan, untuk akses permodalan awal banyak jalur yang dapat ditempuh untuk mendapatkannya. Namun demikian, baginya hal yang terpenting adalah bagaimana seseorang bisa menggali potensi, membangun usaha, dan menunjukkan dirinya mampu berkembang.

"Banyak program-program yang kita jalankan dari pusat ataupun dari provinsi yang bisa kemudian menjadi starter untuk mereka, tetapi kata kuncinya SDM-nya yang kita intervensi," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA