Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Catat, Ini Negara yang Dukung Balfour demi Wujudnya Israel

Rabu 26 May 2021 07:20 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Nashih Nashrullah

Deklarasi Balfour menjadi titik berdirinya Israel dan kerugian besar Palestina. Yahudi Israel (ilustrasi)

Deklarasi Balfour menjadi titik berdirinya Israel dan kerugian besar Palestina. Yahudi Israel (ilustrasi)

Foto: Reuters/Ronen Zvulun
Deklarasi Balfour menjadi titik berdirinya Israel dan kerugian besar Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, Deklarasi Balfour dianggap paling kontroversial dan diperdebatkan dalam sejarah modern dunia Arab dan telah membingungkan para sejarawan selama beberapa dekade.

Namun, yang jelas, jika menelusuri sejarah, awal dari konflik ini adalah adanya Deklarasi Balfour yang dikeluarkan pada 2 November 1917. Percaya atau tidak, sebanyak 112 kata yang diketik itu bisa mengubah nasib rakyat Palestina. Inggris secara terbuka berjanji mendirikan “rumah nasional” bagi orang-orang Yahudi di Palestina.   

Baca Juga

Meskipun Inggris secara umum dianggap bertanggung jawab atas Deklarasi Balfour, penting untuk dicatat, pernyataan tersebut tidak akan dibuat tanpa persetujuan sebelumnya dari kekuatan Sekutu selama Perang Dunia I.

Dalam rapat Kabinet Perang pada September 1917, para menteri Inggris memutuskan pandangan Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson harus diperoleh sebelum deklarasi dibuat. Menurut risalah kabinet pada 4 Oktober, para menteri mengingat Arthur Balfour yang membenarkan bahwa Wilson sangat mendukung gerakan tersebut.

Selain Amerika Serikat, Prancis juga terlibat dan mengumumkan dukungannya sebelum dikeluarkannya Deklarasi Balfour. Surat Mei 1917 dari Diplomat Prancis, Jules Cambon kepada Zionis Polandia, Nahum Sokolow, mengungkapkan pandangan simpati Pemerintah Prancis terhadap penjajahan Yahudi di Palestina.

Mulai 1920 dan seterusnya, orang Arab Palestina menandai peringatan deklarasi tersebut dengan protes yang terkadang berubah menjadi kekerasan. Sementara itu, Arthur Balfour tidak pernah menyesal atas deklarasi yang ia keluarkan. Ketika Israel mendeklarasikan kemerdekaan pada 1948, terjadi perang sebagai tanggapan penolakan itu.

Pada tahun yang sama, orang Palestina harus menerima malapetaka atau yang dikenal sebagai Hari Nakbah. Sebanyak 700 ribu orang Palestina diusir dengan kejam dari rumah mereka dan dipaksa untuk hidup di bawah pendudukan atau di luar Palestina.

Di sisi lain, para Zionis merayakan sosok Balfour. Jalan-jalan di kota besar, termasuk Yerusalem, mengabadikan namanya. Misal, Balfouria, sebuah permukiman di selatan Nazareth yang didirikan untuk menghormati Balfour 1922. Bahkan, pada 2 November, Israel memperingati sebagai Hari Balfour.  

 

Sumber: middleeasteye, aljazeera 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA