Selasa 25 May 2021 23:49 WIB

Kemenkop Genjot Kontribusi UMKM Di Tingkat Global

Kontribusi UMKM di tingkat global tercapai bila bermitra dengan e-commerce

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pekerja menunjukkan miniatur ondel-ondel yang telah selesai dibuat di Betawi Online Galeri, Setu Babakan, Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2021). Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM menetapkan enam strategi yang akan diterapkan tahun ini untuk membangkitkan sektor koperasi dan UMKM meliputi bidang perkoperasian, usaha mikro, UKM, kewirausahaan, penyaluran dana bergulir, dan penguatan pemasaran produk.
Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA
Pekerja menunjukkan miniatur ondel-ondel yang telah selesai dibuat di Betawi Online Galeri, Setu Babakan, Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2021). Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM menetapkan enam strategi yang akan diterapkan tahun ini untuk membangkitkan sektor koperasi dan UMKM meliputi bidang perkoperasian, usaha mikro, UKM, kewirausahaan, penyaluran dana bergulir, dan penguatan pemasaran produk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menargetkan kontribusi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke Produk Domestik Bruto (PDB) maupun target ekspor meningkat. Terutama melalui pola kerja sama kemitraan lembaga dan e-commerce. 

Salah satu upayanya diwujudkan dalam penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara KemenkopUKM dengan PT Mitra BUMDES Nusantara (MBN), terkait terkait pengembangan pemasaran produk serta pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Sekaligus MoU antara MBN dengan PT Mitra Enabler Indonesia (Ralali.com), PT Gerbang Nusantara dan Direktur PT Nusapangan Sukses Makmur. 

Sekretaris Kemenkop Arif Rahman Hakim mengatakan, penting bagi terwujudnya kontribusi UMKM pada pertumbuhan ekonomi secara nasional. Pada 2021, kontribusi UMKM ke PDB mencapai 62 persen. Pada tahun mendatang ditargetkan kontribusi UMKM naik, meskipun mengambil angka yang tak terlalu optimistis di angka 63 persen. 

"Sementara kontribusi UMKM untuk ke ekspor saat ini di angka 15,2 persen, di 2022 bisa naik menjadi 15,8 persen. Mudah-mudahan lewat pola kemitraan ini, kontribusi UMKM dan daya saing makin terdongkrak," ucapnya dalam acara penandatanganan MoU dengan MBN di Jakarta, Selasa (25/5). 

Arif menjelaskan, beberapa ruang lingkup kerja sama dengan MBN, meliputi pembangunan factory sharing pelaku UMKM, agar masuk rantai pasok nasional bahkan global. "Khususnya di sektor pangan, pertanian, perkebunan oleh usaha menengah maupun besar akses pasar lebih mudah dan terbuka lebar. Untuk itu, kontribusi UMKM ke pertumbuhan ekonomi bisa ditingkatkan," tegasnya. 

Ia mengatakan, melalui program prioritas di 2021-2022, diharapkan sumbangan UMKM ke pertumbuhan ekonomi secara signifikan dapat ditingkatkan. Pertama, tahun ini, tengah digenjot pengembangan basis data tunggal. "Kami punya prioritas pengembangan basis data. Saat ini sudah disetujui Bappenas. Berharap agar anggaran basis data juga diperkuat," terang Arif. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement