Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Kasus Harian Covid-19 di Malaysia Tembus 7.289

Selasa 25 May 2021 23:32 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Malaysia menyerukan warganya waspada lonjakan Covid-19. Ilustrasi Covid-19

Malaysia menyerukan warganya waspada lonjakan Covid-19. Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Malaysia menyerukan warganya waspada lonjakan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR— Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan hingga Selasa tengah hari kasus harian Covid-19 di Malaysia tembus 7.289 kasus sehingga menjadikan jumlah tersebut terbesar semenjak pandemi Maret 2020.

Dirjen Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, melalui laman Twitter meminta masyarakat agar bersiap untuk menghadapi gelombang Covid-19 terburuk menyusul tren terkinipeningkatan infeksi Covid-19 di negara ini.

Baca Juga

"Peningkatan kasus sejak 1 April menunjukkan lonjakan. Kita perlu membuat persediaan untuk menghadapi keadaan terburuk. Tolong bantu kami untuk duduk di rumah. Jika kita bekerja sama, kita bisa memutuskan rantai infeksi," katanya.

Noor Hisham menasihati masyarakat agar duduk di rumah dan terus mematuhi Standar Operasi Prosedur (SOP) sekiranya terjadi keadaan daruratatau hadir ke tempat kerja.

Sebelumnya Malaysia mencatatkan 6.509 kasus harian baru Covid-19 dengan jumlah kematian tertinggi yaitu 61 dalam tempo 24 jam. Pada 25 Mei 2021 jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan di antaranya Selangor 2.642 kasus, Sabah 266 kasus, Johor 664 kasus, Kuala Lumpur 604 kasus, Sarawak 513 kasus, Pulau Pinang 380 kasus, Negeri Sembilan 410 kasus, Putrajaya 23 kasus.

Sementara itu Komite Vaksinasi Malaysia Rabu (26/5) membuka pendaftaran vaksinasi AstraZeneca untuk gelombang kedua bagi yang berusia 18 tahun ke atas untuk warga negara dan bukan warga negara. Sebelumnya komite juga sudah memberikan kesempatan kepada lanjut usia 60 tahun ke atas.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA