Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

 BI Optimistis Perekonomian Triwulan II-2021 Membaik

Rabu 26 May 2021 01:45 WIB

Red: Gita Amanda

Pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi

Foto: Republika
Indikator dini telah menunjukkan ekonomi mulai membaik sejak awal 2021

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis perekonomian nasional pada triwulan II-2021 akan tumbuh baik sesuai perkiraan pada kisaran 7 persen, seiring dengan adanya kenaikan tren ekonomi.

"Kalau melihat polanya triwulan II bisa 7 persen, bahkan bisa lebih tinggi," kata Perry dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Selasa (25/5). Ia mengatakan berbagai indikator dini telah menunjukkan ekonomi mulai membaik sejak awal 2021, seperti meningkatnya ekspektasi konsumen, penjualan eceran maupun PMI Manufaktur.

"Kondisi peningkatan itu terjadi di sejumlah sektor seperti industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi," kata Perry.

Ia menambahkan faktor lainnya yang menjadi momentum perbaikan ekonomi nasional adalah kenaikan permintaan dari China dan AS yang mempengaruhi kinerja ekspor dan peningkatan investasi nonbangunan. Selain itu, menurut dia, kenaikan realisasi belanja fiskal terutama konsumsi pemerintah seperti belanja barang, belanja modal dan bantuan sosial bisa ikut membantu menggerakkan perekonomian.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2021 tetap sesuai dengan proyeksi BI pada April 2021, yakni pada kisaran 4,1 persen-5,1 persen," katanya.

Sebelumnya, pemerintah juga menyakini pertumbuhan ekonomi akan mulai masuk pada zona positif pada triwulan II-2021, setelah selama empat triwulan sejak triwulan II-2020, perekonomian terus mengalami kontraksi.

Meski demikian, terdapat pola kenaikan pertumbuhan, mengingat sejumlah pembenahan telah dilakukan pemerintah melalui pemberian sejumlah stimulus maupun bantuan sosial kepada dunia usaha dan masyarakat terdampak pandemi. Sementara itu, pada triwulan I-2021, perekonomian masih tercatat kontraksi sebesar minus 0,74 persen, karena konsumsi rumah tangga dan investasi belum pulih sepenuhnya.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA