Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Hari Terbaik Meliburkan Diri Demi Kesehatan Mental

Selasa 25 May 2021 20:22 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Selain waktu libur rutin tiap pekan, dianjurkan menjadwalkan waktu rehat khusus.

Selain waktu libur rutin tiap pekan, dianjurkan menjadwalkan waktu rehat khusus.

Foto: Pixabay
Selain waktu libur rutin tiap pekan, dianjurkan menjadwalkan waktu rehat khusus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika sudah penat dengan berbagai tekanan dan rutinitas kerja, tidak ada salahnya mengambil cuti sehari dalam sepekan. Menurut para pakar, hal itu baik untuk menjaga kesehatan mental.

Selain waktu libur rutin tiap pekan, dianjurkan menjadwalkan waktu rehat khusus. Meskipun, jeda 24 jam tidak akan memperbaiki semua stres pekerjaan, tetapi dapat membantu meringankan beban yang dirasakan.

Baca Juga

Hal itu disampaikan psikolog berlisensi Lisa Orbé-Austin, yang berfokus membantu para profesional mengelola karier. Jika hari libur dimanfaatkan untuk rehat secara efektif, akan ampuh mengatur kondisi emosional.

"Memang tidak akan pernah menghapus semua tekanan yang terjadi, tetapi itu dimaksudkan untuk memberi sedikit waktu untuk bernapas. Untuk merasakan perbedaan," kata Orbé-Austin, dikutip dari laman Huffington Post, Selasa (25/5).

Jadi, apa hari terbaik untuk rehat sejenak demi menjaga kesehatan mental? Ketika berada di ambang kelelahan, libur pada hari apa saja dalam sepekan dapat memberikan pengaruh restoratif. 

Akan tetapi, jika punya pilihan, ahli tidak menyarankan mengambil libur di hari Rabu. Pelatih eksekutif dan pekerja sosial berlisensi Melody Wilding menjelaskan alasan buruk libur sehari di pertengahan pekan.

Itu karena lebih sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaan saat tumpukan tugas menjulang. "Anda mungkin tidak benar-benar mendapatkan hari libur penuh karena bersiap untuk hari berikutnya," ujarnya. 

Dia merekomendasikan untuk mengambil hari libur atau cuti sehari di awal atau akhir pekan. Cuti pada Senin, misalnya, akan membuat seseorang bekerja dengan lebih fokus dan perasaan segar pada Selasa.

Life coach Shanita Liu sepakat pertengahan pekan bukan waktu yang benar-benar tepat. Dia menyarankan mengambil jeda sehari antara hari Senin atau Jumat yang disebutnya ideal untuk memanjakan diri.

Setelah memilih satu hari untuk rehat, pastikan melakukan kegiatan yang memang membuat rileks. Jika hanya menonton Netflix sepanjang hari, itu tidak akan membuat segalanya membaik.

Ada tiga cara yang bisa dilakoni untuk mengoptimalkan waktu rehat. Pertama, melakukan kegiatan reflektif yang melatih diri untuk memiliki kesadaran sini-kini, alias hadir dan sadar pada detik serta tempat seseorang berada. 

Bisa juga mempraktikkan aktivitas terkait mental seperti pembinaan atau terapi. Atau, ikut serta dalam kegiatan fisik seperti olahraga atau pijatan yang dapat membantu melepaskan stres dan ketegangan. 

"Berpikir tentang bagaimana menjaga diri secara holistik dalam cara yang bijaksana dan terencana adalah cara terbaik untuk memanfaatkan hari libur untuk mempertahankan kesehatan mental," tutur Liu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA