Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Hero Putuskan Tutup Seluruh Gerai Giant Akhir Juli 2021

Hero Group akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA.

Rep: Muhammad Nursyamsi
Sejumlah warga memilih produk yang tersisa pada hari terakhir pengoperasian toko ritel makanan Giant Ekstra di Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (17/3/2021). T Hero Supermarket Tbk (Hero Group) akan menutup seluruh gerai Giant pada akhir Juli 2021.
Antara/Feny Selly Sejumlah warga memilih produk yang tersisa pada hari terakhir pengoperasian toko ritel makanan Giant Ekstra di Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (17/3/2021). T Hero Supermarket Tbk (Hero Group) akan menutup seluruh gerai Giant pada akhir Juli 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan ritel multiformat PT Hero Supermarket Tbk (Hero Group) akan menutup seluruh gerai Giant pada akhir Juli mendatang. Presiden Direktur Hero Supermarket Patrik Lindvall mengatakan Hero Group akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Sponsored
Sponsored Ads

Menurut Patrik, Hero Group terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia yang mana menjadi sebuah tren yang juga terlihat di pasar global. 

"Kami tetap meyakini sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi," ujar Patrik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (25/5).

Scroll untuk membaca

Dalam kurun waktu dua tahun, lanjut Patrik, Hero Group menargetkan menggandakan empat kali lipat jumlah gerai IKEA dibanding 2020, serta membuka hingga 100 gerai Guardian baru hingga akhir 2022.

Sebagai bagian dari fokus baru ini, ungkap Patrik, Hero Group akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan. 

"Gerai Giant lainnya akan dengan berat hati ditutup pada akhir Juli 2021, walaupun negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung," ucap Patrik.

Selain itu, lanjut Patrik, Hero Group juga sedang mempertimbangkan mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket. Patrik menyampaikan perusahaan memastikan proses komunikasi dengan seluruh karyawan yang terdampak perubahan ini akan berlangsung dengan penuh empati dan rasa hormat.

"Kami juga akan memastikan proses yang adil bagi seluruh mitra bisnis kami. Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi kami percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang Hero Group dan para karyawan kami yang berada di bawah naungan perusahaan," kata Patrik menambahkan.

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Rekomendasi

Republika TV

>

Terpopuler

>