Senin 24 May 2021 18:03 WIB

Butuh 3-4 Minggu untuk Tahu Varian Covid-19 di Griya Melati

Dinkes Kota Bogor dan Kemenkes melakukan proses genome sequencing.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2P) Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi.
Foto: DOk BNPB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2P) Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan proses genome sequencing dari kasus Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, sedang berproses. Saat ini, sampel dari kasus Covid-19 di Perumahan Griya Melati diperkirakan sudah diambil oleh Dinkes Kota Bogor. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, butuh waktu antara tiga hingga empat pekan untuk mengetahui apakah ada varian baru dari penyebaran Covid-19 di wilayah itu. “Mungkin sampel sudah diambil oleh Tim Dinkes untuk diperiksa. Waktu yang diperlukan tiga sampai empat minggu, ya,” kata Nadia ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (24/5).

Baca Juga

Meski belum mengetahui secara pasti berapa banyak sampel yang diambil dari Kota Bogor, Nadia menjelaskan, ada kriteria yang dibutuhkan ketika pengambilan sampel untuk dilakukan kajian mendalam pada genome sequencing. Sebab, pemeriksaan yang dilakukan saat ini juga bukan pemeriksaan rutin, melainkan surveillance.

Selain itu, ia menambahkan, pemeriksaan terhadap sampel bisa dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Jawa Barat ataupun di Jakarta. “Jadi, ada kriterianya ya, karena ini bukan pemeriksaan rutin, jadi ini surveillance. Jadi, misalnya, kalau tiba-tiba ada kasus yang cepat dalam waktu singkat, akan diambil beberapa sampel untuk diperiksa whole genome sequencing (WGS)-nya,” kata Nadia.

Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno memerinci, dari kasus di Perumahan Griya Melati pihaknya mengambil sampel sebanyak 30. Pengambilan sampel tersebut memiliki beberapa kriteria, mulai dari hasil tes PCR hingga cycle threshold (CT) value.

“Jadi 30 sampelnya. Yang dilakukan genome sequencing adalah yang hasil PCR test-nya positif, dan CT value kurang dari 30,” tutur Retno di Balai Kota Bogor.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, Pemkot Bogor masih menunggu hasil genome sequencing dari Dinkes Kota Bogor dan Kemenkes. Pemeriksaan dari genome sequencing tersebut dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes (Balitbangkes) Jakarta.

“Kita masih menunggu hasil genome sequencing di Litbangkes Jakarta. Hasilnya kata Pak Menteri sekitar dua minggu,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Bogor meminta Dinkes Kota Bogor untuk melakukan kajian mendalam dengan genome sequencing pada penularan Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Genome sequencing tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apakah ada indikasi varian Covid-19 baru di kawasan tersebut.

Sebab, Bima Arya mengatakan, dikhawatirkan terdapat indikasi virus baru lantaran penyebaran virus di perumahan tersebut terjadi dengan cepat serta banyak warga yang tertular. (Shabrina Zakaria)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement